Berbekal Empaty dan Niat, Gus Yani Sukses Kendalikan Luapan Sungai Kali Lamong dan Perbaiki Distribusi Air Giri Tira

GRESIK (SurabayaPost.id)–Sejumlah kalangan, khususnya kepala desa diwilayah yang akrab dengan banjir tahunan menilai Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani pemimpin milenial yang sudi mengenali, mempersepsi, serta merasakan, perasaan, keluh kesah masyarakat yang disertai dengan kebijakan dan dibarengi dengan tindakan sebagai orang pertama yang bertanggungjawab baik dan buruknya Kabupaten Gresik.

Karakter dan Empati salah satu bupati muda di Jawa Timur ini kerap tidak sepakat dengan acara seremonial tepuk tangan dan sanjung menyanjung jika itu dinilainya tidak bermanfaat dan tidak ada manfaatnya untuk masyarakat. Yang menarik lagi, Gus Yani selalu menghindar dengan acara hiburan elektone dan sejenisnya jika acara berbau kedinasan. Karena kata Kepala Humas dan Protokol Pemkab Gresik, Imam Basuki mungkin karena Bupati yang akrab dengan panggilan Gus Yani itu dinilai tidak etis.

“Pejabate joget-joget tapi banyu mampet. Kali Lamong banjir. Pemimpin itu kan harus menjaga perasaan masyarakatnya. Kepantasan dan kepatutan dalam tatakrama kepemimpinan adalah etika dan adab,” ujar Imbas panggilan akrab Imam Basuki, Senin (19/12/22).

Sejumlah kebijakan dan hasil kerjanya yang baru dua tahun dilakukan dengan segala keterbatasanya sebagai anak muda menjadi seorang Bupati Gresik yang komplek dengan segala persoalan sosialnya tidak pernah ia tonjol-tonjolkan. Keberhasilan dan karya kepemimpinanya yang akan berlangsung 3,5 tahun kedepan nanti bakal jadi sejarah yang tidak pernah dicapai oleh pemimpin sebelumnya. Salah satu contoh dan fakta adalah banjir tahunan di Gresik Selatan dan mampetnya air Perumda Giri Tirta yang sudab puluhan tahun gagal dikendalikan.

Tapi, keberhasilanya mengatasi penderitaan masyarakat akibat banjir dan mampetnya air bersih yang sudah berlangsung puluhan tahun itu tak pernah ia tonjolkan. Kecuali wartawan ada yang menanyakan progres pengendalian banjir Sungai Kali Lamong.

“Dan kebetulan juga, tidak ada yang menanyakan progres Kali Lamong. Hanya kalau banjir saja beritanya ramai dimedsos. Tapi saat Bupati berjibaku tanpa tahu waktu ngopeni Kali Lamong tidak ada yang tahu. Dan alhamdulillah sekarang banjir hanya menggenang beberapa jam dan surut. Itupun aekarang sudah jarang. Karena oengerukan akibat sendimentasi tanah lonsor dari bibir sungai selalu dijaga dan diawasi oleh Pak Bupati,” ungkap Siswadi Kepala Desa Dampet

Dikatakan Siswadi yang juga Sekretaris Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kabupaten Gresik ini, bulan Desember seperti saat ini wilayah Gresik selalu kelebihan air alias banjir. Kerugian dipastikan miliaran rupiah setiap tahunya, dan kerap dibarengi dengan jatuhnya korban jiwa akibat banjir luapan Sungai Kali Lamong itu. Tetapi di era bupati muda ini banjir Sungai Kali Lamong sangat terkendali.

Selain soal bamjir tersebab Sungai Kali Lamong, mampetnya air bersih dari Perumda Giri Tirta yang sudah puluhan tahun yang tidak kunjung ditemukan akar masalahnya di era kepemimpinan ‘Guse’ panggilan lain Gus Yani juga ditemukan akar persoalanga. Protes mampetnya layanan air bersih dari Perumda Giri Tirta sudah tidak lagi nyaring terdengar ditelinga. Baik di media sosial maupun masyarakat yang langsung melakukan protes di kantor Perumda Giri Tirta. Bahkan Perumda Giri Tirta baru saja menerima penghargaan Nasional dari 5 Pilar Media Award 2022, katagori Best Perumda Air Minum Inovation Exxelent Award dan Best Reputable Company In Providing of Clean Water Service Of The Year 2022.

“Kita tidak akan pegang proyek meski berkaitan Perumda Giri Tirta. Semua kita serahkan ke Dinas terkait. Kami hanya minta jadi sesuai dengan kebutuhan. Tugas kita melayani air bersih ke masyarakat. Tentu kita akan malu jika Pak Bupati sangat memperhatikan keluh kesah masyakat sedangkan kita gagal melayani air bersih. Memang tidak mudah. Tetapi bisa. Insya Allah meski pelayanan masih ada kekurangan sana sini setidaknya komplain sudah sangat berkurang,” ungkap Kurnia Suryandik Dirut Perumda Giri Tirta Gresik.

Dua tahun berjalan memimpin Gresik, penyelesaian dua persoalan adalah capaian yang tidak mudah. Karena dua masalah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat bawah ini sudah capek untuk dimeluhkan masyarakat. Karena kepemimpinan sebelumnya tidak pernah dicapai dua hal yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat itu. Banjir adalah musibah yang selalu menjadi momok tahunan. Sedangkan air bersih adalah kebutuhan vital rumah tangga masyarakat Gresik yang memang untuk mendpatkan air bersih 70 persen bergantung ke pasokan air Perumda Giri Tirta yang merupakan perusahaan milik Pemerintah Kabupaten Gtesik.

“Banjir di Gresik selatan adalah hantu tahunan warga kami. Selalu ketar ketir jika curah hujan tinggi. Selain merepotkan dan membuat masyarakat resah banjir tahunan ini selalu merusak pertanian dan tambak ikan kami yang mengakibatkan kerugian miliaran rupiah. Dan bahkan selalu ada jatuh korban meninggal karena terseret arus banjir,” imbuh Siswadi yang mengaku bersyukur banjir sudah mampu dikendalikan.

Menurut Siswadi, keberhasilan Gus Yani mengendalikan banjir bagi dirinya dan warganya lebih dari pembangunan proyek besar yang menghabiskan dana negara miliaran rupiah yang tidak memberikan dampak apapun ke warganya. Alasanya banjir bisa merenggut pertanian, tambak dan bahkan korban jiwa.

“Banjir kerap bersentuhan dengan masyarakat bawah. Kami sebagai bapaknya warga Dampet memberikan trophy mewah kepada pak bupati. Kami bersama warga sepakat memberikan trophy pemimpin milenial yang amanah kepada Gus Yani. Karena hanya dua tahun memimpin mampu menaklukkan banjir yang telah puluhan tahun baru di era Gus Yani banjir bisa dikendalikan,” ujarnya

Sebelumnya banjir luapan Kali Lamong bukan hanya merusak tambak, pertanian ratusan hektar yang merugikan masyarakat miliar rupiah. Tetapi setiap banjir kerap membawa dan memakan korban jiwa. Bahkan pada 16 Desember 2020 Bupati Gresik sebelumnya yakni Sambari Halim Radianto pernah meminta maaf langsung kepada masyarakat terdampak banjir langganan Sungai Kali Lamong wilayah khususnya Gresik Selatan. Sambari saat itu mintaa maaf saat melakukan kunjungan korban banjir di Desa Dungus Kecamatan Cerme, Gresik (Rabu 16 Desember 2020).

“Saya minta maaf kepada masyarakat yang sampai saat ini masih kebanjiran. Kami sudah berusaha dan sampai saat ini proyek normalisasi kali Lamong masih dalam progres pengerjaan. Saya yakin dalam tiga sampai empat tahun ini sudah bisa diselesaikan,” katanya saat itu.

Tetapi bukan berarti bupati sebelumnya tidak bekerja. Karena berbagai uoaya juga dilakikan untuk menekan kerugian pertanian dan hasil tambak yang digwrus luberan SungainKali Lamong.

Misalkan di era Sambari juga pernah melakukan upaya. Di era itu ada sekitar 145 hektar sawah di Gresik Selatan diterjang banjir agar bisa diasuransikan. Sayangnya gagal karena bukan gagal gagal panen, tetapi kebanjiran. Karena telah diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 40 Tahun 2015, maka lahan padi bisa didaftarkan asuransi jika mengalami gagal panen atau tanaman padinya rusak minimal 70 persen.

“Tidak diasuransikan bisa karena Gresik Selatan langganan banjir. Sehingga asuransinya tidak mau rugi,” ujar Agus Joko Waluyo yang saat itu menjabat sebagai Kepala Dinas Pertanian.

Meski ada beberapa kelemahan dan kekurangan dalam memimpin Gresik, yang menjadikan pemimpin ini sukses menyelesaikan banjir langganan tahunan, karena pria yang akrab disapa Gus Yani ini memiliki kepedulian dan empaty yang cukup baik dan patut diacungi jempol. Misal ada kabar dan laporan soal banjir ia tidak banyak debat, karena memilih langsung terjun lapangan. Dan sekaligus ia menjadi problem solving OPD yang kesulitan memecahkan persoalan. Ia juga pernah mengaku sisa jabatanya akan lebih difokuskan untuk menyelesaikan masalah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, salah satunya banjir yang kerap merugikan masyarakat akibat tanggul tidak pernah mendapat perhatian pemerintah.

“Terus terang kami sedih jika curah hujan tinggi. Kami selalu berfikir penanggulangan banjir. Karena sudah puluhan tahun tak pernah diaelesaikan. Maka kami akan selesaikan. Insya Allah,” kata dia saat sidag di anak Kali Lamong di desa Cermen Lerek.

Dan saat itu ia mengrahkan mengerahkan alat berat untuk perbaikan taanggul untuk membereskan tanggul yang jebol sekitar 20 meter akibat tak mampu menahan luapan debit air Kali Lamong.

“Mudah-mudahan satu minggu ini perbaikan tanggul selesai, satu minggu ini harus fokus di perbaikan tanggul ini, kita harapakan selesai. Termasuk pengendalian banjir, setelah dinormalisasi harus benar-benar dipantau. Baik itu dari PUTR maupun Balai Besar Bengawan Solo (BBWS),” jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Gresik kata dia akan terus berupaya melakukan mitigasi bencana selama musim penghujan demi keamanan dan kenyamanan warga yang selama ini terdampak banjir. Selain normalisasi Kali Lamong, Bupati juga meminta anak Kali Lamong juga harus diperhatikan terutama titik-titik tanggul yang perlu penanganan.

“Sejauh ini kondisinya Kali Lamong masih aman, meski ada beberapa titik kerawanan. Karena itu, anak kali Lamong juga harus diperhatikan yang menjadi titik kerawanan, jangan sampai terlalu fokus di Kali Lamong. Saya juga minta Dinas PUTR untuk melakukan kajian dan monitoring, mana titik-titik tanggul yang perlu penanganan,” ungkapnya. (uki)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.