IBU Tawarkan Keunggulan Komparatif, Minat Mahasiswa Asing Meningkat

23 January 2019 - 10:35 WIB
Mahasiswa asing IKIP Budi Utomo Malang saat belajar kesenian gamelan.
Mahasiswa asing IKIP Budi Utomo Malang saat belajar kesenian gamelan.

MALANG  (SurabayaPost.id) – Minat mahasiswa asing kuliah di kampus IKIP Budi Utomo  (IBU) Malang terus meningkat. Peningkatan tersebut diakui sebagai dampak dari keunggulan  Komparatif yang ditawarkan IBU Malang ini.

Rektor IBU Malang, Dr Nurcholis Sunuyeko MSi mengakui hal itu,  Rabu (23/1/2019). Dia menjelaskan bahwa keunggulan Komparatif itu menjadi daya tarik tersendiri.  

“Keunggulan Komparatif yang kami tawarkan tak hanya pada keramahan pelayanan. Namun, ada plusnya. Itu terkait seni dan budaya,” kata Nurcholis Sunuyeko kala didampingi Kepala Pusat Kerjasama dan Humas IKIP Budi Utomo Malang Dr Rochsun MKes.

Dijelaskan Rektor  Nurcholis Sunuyeko, bahwa keramahan pelayanan itu tak hanya bersifat akademis. Namun, juga terkait proses adaptasi para mahasiswa mancanegara itu selama di Malang.

“Kami beri pelayanan pada mahasiswa asing itu termasuk saat di kosan, bersosialisasi dengan lingkungan dan lain sebagainya. Kami juga siapkan pendamping kala proses adaptasi itu berlangsung,” kata Rektor IBU Malang yang akrab disapa Yai ini.

Bahkan, lanjut Yai ini, ketika visa tinggal mereka habis, IBU tak segan membantu menguruskan.  Termasuk mengantar ke kantor Imigrasi.

Rektor IKIP Budi Utomo Malang Dr Nurcholis Sunuyeko MSi.
Rektor IKIP Budi Utomo Malang Dr Nurcholis Sunuyeko MSi.

Selain itu, kata dia, mereka tak hanya belajar mata kuliah yang sudah menjadi pilihan dia program studi yang dipilih. Sebab, mahasiswa asing itu juga diarahkan untuk mempelajari seni dan budaya Indonesia yang beraneka ragam.

“Untuk itu kami ajak mereka ke daerah-daerah yang representatif. Misalnya ke Bali, Yogyakarta dan lain sebagainya. Mereka selain belajar seni dan budaya juga bisa menikmati destinasi wisata di daerah tersebut,” kata dia.

Menurut Yai, pola pembelajaran semacam itu ternyata menyenangkan dan berkesan bagimu mahasiswa dari mancanegara itu. Sehingga  setelah lulus, kembali ke negaranya, mereka menceritakan pengalamannya selama kuliah di kampus IBU Malang ini pada keluarga dan kerabat serta koleganya.

“Itu yang membuat banyak mahasiswa dari benua Asia, Eropa, Amerika dan Afrika ingin belajar di kampus IKIP Budi Utomo Malang ini. Makanya, sejak 10 tahun terakhir jumlah mahasiswa asing terus meningkat,” jelas Yai.

Selain  berdasarkan cerita langsung dari alumni IBU itu, kata yai, juga berkat kerja sama yang dijalin selama ini. Disebutkan seperti dengan Kementerian Luar Negeri  (Kemenlu), Kedutaan Besar (Kedubes) dan Kemenristekdikti serta institusi lainnya.

Hal itu juga diakui Kepala Pusat Kerjasama dan Humas IKIP Budi Utomo Malang Dr Rochsun MKes. Dia menjelaskan bahwa mahasiswa asing yang kuliah di kampus IBU Malang ini berasal dari 50 negara.

“Asal negara mereka itu hampir merata di empat benua. Mulai dari Amerika, Australia, Eropa, Asia hingga Afrika. Alhamdulillah jumlah mahasiswa asing itu tiap tahun terus meningkat,” kata dia.

Mereka tidak hanya mahasiswa lewat  program Dharmasiswa yang merupakan kerja sama dengan Kemenristekdikti. Namun juga ada yang lewat BIPA bahkan  atas biaya pribadi. “Karena itu kami yakin akan meningkat lagi kalau nanti status IBU menjadi universitas,” pungkasnya. (gus)