Ingin Bermakna, DPC PDI Perjuangan Kota Batu Potong Lima Ekor Hewan Kurban

1 August 2020 - 13:04 WIB
Para pengurus PDI Perjuangan Kota Batu memotong daging hewan kurban untuk dibagikan pada warga

BATU (SurabayaPost.id) – Ingin lebih bermanfaat bagi masyarakat, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Batu potong lima hewan kurban. Pemotongan hewan kurban untuk merayakan Idul Adha 1441 H itu dilakukan di Kantor DPC PDI Perjuangan, Jalan Raya Oro – Oro Ombo, Kecamatan Batu, Kota Batu, Sabtu, (1/8/2020).

Hal tersebut disampaikan Ketua DPC PDI Perjuangan Ir H Punjul Santoso yang juga sebagai Wakil Wali Kota Batu pada saat memantau prosesi pemotongan hewan kurban di kantor DPC PDI Perjuangan Kota Batu.

” Kantor DPC Kota Batu setiap tahun melakukan pemotongan hewan kurban, dan ini sudah berjalan selama tiga tahun ini,” katanya.

Menurutnya ada lima hewan kurban. Itu terdiri dari dua ekor sapi dan tiga ekor kambing.

“Salah satunya hewan kurban berupa sapi dari Ketua Pimpinan Pusat PDI Perjuangan Bapak Dr Ahmad Basarah.Dan satu ekor sapi lagi dari anggota DPR RI ,Dapil Malang Raya, Bapak Andreas Eddy Susetyo, termasuk dari Ketua DPRD Kota Batu, Asmadi yang memberikan,” paparnya.

Selanjutnya, papar dia, karena situasi dan kondisi sedang ditengah Covid – 19, jadi dari masing – masing Ketua Fraksi termasuk dirinya, sudah menyalurkan hewan kurban di Dapilnya masing – masing.

“Dari masing – masing fraksi juga memberikan kontribusi ke kantor DPC, untuk kepentingannya masyarakat sekitar Kantor DPC Kota Batu.Tujuannya agar mendapat seperti apa yang diharapkan mereka,” ungkapnya.

Lantas, ungkap dia, nantinya dari pengurus anak ranting maupun PAC,menurutnya juga disalurkan kepada beberapa pengurus.

” Dan hari ini yang melakukan dari teman – teman PAC saja, sedangkan yang dari ranting sengaja tidak kita libatkan. Dengan semangatnya berkurban ini mudah – mudahan kedepannya bakal lebih banyak lagi.Dan keberadaan PAC ini juga bisa membawa manfaat bagi warga sekitar,” harapnya.

Untuk itu, lanjut dia, termasuk pada saat Hari Raya Idul Fitri yang lalu, menurutnya sudah menjalankan penyaluran sembako pada warga sekitar.Sedangkan saat ini, menurut politisi dari PDI Perjuangan ini, penyalurannya bakal berbeda dan tak hanya sembako saja.

“Jadi, selain menyalurkan daging kurban sekaligus dengan sembakonya, itu totalnya sejumlah 250 paket khusus untuk warga sekitar kator DPC ini.Kalau untuk pengurus hanya kita berikan daging kurban saja,’ tuturnya.

Diwaktu yang sama, Ketua DPRD Kota Batu Asmadi mengaku ini semua salah satu bentuk ketaqwaan kader – kader PDI Perjuangan. “Yang didalamnya beragam suku dan berbagai agama, ada yang non muslim juga.Karena ini momennya Hari Idul Adha, ya kita lalukan dengan ketaqwaan kita bersama sebagai umat muslim dengan berkurban,” tegasnya.

Selanjutnya, tegas dia, sesuai seperti apa yang sudah disampaikan Pak Wawali, terkait jumlah hewan kurban yang dipotong, bakal disalurkan pada masyarakat sekitar.

“Dan kami berharap agar bisa membawa manfaat untuk masyarakat penerima. Apalagi sedang ditengah covid – 19 seperti ini, setidaknya bisa menyumbangkan gizi .Selain daging sekaligus sembako yang bakal disalurkan,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Pengurus Anak Cabang ( PAC ) PDI Perjuangan ,Dapil Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Khamim Tohari, mengaku ini semua sesuai dengan harapan bersama.

“Selain di agama juga dianjurkan, dan kita sebagai warga besar dari PDI Perjuangan, pada hari ini alhamdulillah bisa saling berbagi pada sesamanya melalui penyaluran daging hewan kurban dan sembako,” katanya.

Itu semua, diharapkan bisa jadi agenda rutin setiap tahun. Sehingga menurutnya saling berbagi seperti ini.

” Setidaknya partai besar PDI Perjuangan ini bisa membawa manfaat yang lebih baik pada warga sekitar.Dan tidak sampai menyisakan kesan, jika saat punya hajat partai baru berbuat dan ingat kepada masyarakat dan setelahnya dilupakan,” terangnya.

Karena, terang dia,para wakil rakyat bisa mendapat bagian sebagai wakil rakyat di gedung DPRD Kota Batu, mereka semua karena berangkat dari rakyat dan dapat dukungannya rakyat.

“Maka tak elok jika melupakan sejarah. Kita sebagai warga batu, berdomisili di batu, sangat miris kalau sudah berakhir jabatannya sebagai wakil rakyat, kemudian masih menyisakan catatan yang kurang baik pada masyarakat Kota Batu,” serunya. (Gus)