Ismail Nachu : Umat Islam Jangan “Mbembet”, Ayo Bangkit

10 March 2019 - 08:42 WIB

SURABAYA (Surabayapost.id) – Umat Islam saatnya berdaya secara ekonomi. Karena diantara sumber segala persoalannya adalah ekonomi. Rasulullah Muhammad SAW dan Khadijah RA adalah contoh nyata yang tak bisa dibantah.

“Khadijah adalah milyarder. Maka ia mampu menjadi penopang dakwah. Rasulullah pedagang sejati. Maka kekuatan itu menopang gerakan dakwah memperkenalkan Islam,” tegas ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jawa Timur, H.Ismail Nachu, pada acara Gathering DeDurian Park, teng mengangkat tema Memakmurkan Bumi Allah dengan Berjamaah, Sabtu, (9/3/2019), di Prime Biz Hotel, Surabaya.

Dalam konteks pengusaan tanah di negeri ini, Ismail mengakui, posisi umat Islam terpinggirkan. Ismail setuju dengan gagasan berjamaah untuk memakmurkan bumi Allah.

“Ayo bangkit, umat Islam jangan ‘mbembet’, kalahan, karena hanya mampu berjamaah saat sholat, tapi dalam kehidupan keseharian terpinggirkan karena hanya bisa bergerak sendiri-sendiri,” tegasnya.

Ismail bahkan menyetujui Yusron, pemateri sebelumnya yang menggambarkan betapa kepemilikan tanah di negeri ini hanya dikuasai segelintir orang.

“Ayo berjamaah menguasai kembali tanah di negeri ini. Karena kita ummat mayoritas. Saya tidak menyalahkan mereka (yang punya jutaan hektare,red). Tapi menyalahkan diri kita sendiri karena bodoh dan lemah,” tegas Cendekiawan yang juga pengusaha property ini.

Sebelumnya, Yusron Aminulloh, Direktur Utama DeDurian Park menegaskan, memakmurkan bumi Allah dengan berjamaah adalah jawaban kongkrit bagi masa depan bangsa.

“Yang kita lakukan bukan sekadar investasi membeli tanah untuk kepentingan hari ini. Apalagi untuk kepentingan bisnis semata. Namun ini untuk kepentingan masa depan peradaban bangsa,” tegas Yusron.

Selama ini, tanah dan alam ini hanya diperlakukan sebagai obyek. Maka wajar kalau langkah yang dilakukan adalah eksploitasi. Padahal Islam jelas memberikan gambaran, bahwa pohon dan tanaman juga bertasbih kepada Allah sebagaimana manusia.

“Maka DeDurian Park memberi jawaban atas itu. Kami membuka peluang bagi ummat untuk bersama-sama memiliki tanah itu secara berjamaah. Kemudian mengelolah tanah itu dengan ramah tanpa merusak,” tambahnya.

De Durian Park sendiri adalah perkebunan terintegrasi yang sekarang sedang dikembangkan PT Sinergi Berkah Alami, di Sentra Durian Wonosalam, Jombang, Jawa Timur.

“Di De Durian Park, umat Islam bisa memiliki secara berjamaah. Caranya? Membeli kavling kebun, yang ditawarkan. Insyaallah aman dan berkah, karena kavling kebun tersebut statusnya bisa SHM atas nama masing-masing jamaah. Dan bonus dua pohon durian sekaligus perawatan hingga berbuah,” papar Yusron Aminulloh. (Im)