Ketua DPRD Kota Batu Gelar Pengobatan Gratis

9 March 2019 - 23:40 WIB
Ketua DPRD Kota Batu Cahyo Edi Purnomo bersama Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso.
Ketua DPRD Kota Batu Cahyo Edi Purnomo bersama Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso.

BATU (SurabayaPost.id) – Ketua DPRD Kota Batu Cahyo Edi Purnomo menggelar pengobatan gratis. Pengobatan gratis tersebut digelar di Jalan Diran, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu, Sabtu (9/3/2019).

Pengobatan gratis yang digagas Cahyo Edi Purnomo secara pribadi itu bekerja sama dengan dokter Aris Munandar dan rekan-rekan medis lainnya. Kegiatan tersebut sangat direspon banyak pihak.

Untuk itu, Cahyo Edi Purnomo, yang sapaan akrabnya Cahyo ini, mengaku secara pribadi ingin membantu masyarakat untuk memperingan beban mereka.

“Tentu, bagi mereka yang sakit membutuhkan pengobatan.Kami melibatkan lima dokter yang dibantu sepuluh perawat dan apoteker yang menangani resep obat,” kata Cahyo.

Meski begitu, Cahyo berpesan bagi siapa saja bisa memanfaatkan layanan yang diberikannya nya.Menurutnya,tidak hanya melayani warga Kelurahan Sisir saja.

“Bagi mereka yang datang berobat, bahkan berasal dari warga Temas, Oro-oro Ombo dan Desa Pesanggrahan serta masyarakat yang melintas dan ingin mendapatkan pelayanan kesehatan gratis,kami persilahkan,” saran Politikus dari Partai penguasa ini.

Oleh karena itu, Cahyo mengaku dalam pelayanan pengobatan gratis yang dimaksud, ia akui, tidak ada kepentingan lain. Menurut dia, karena ingin memberikan pelayanan pada masyarakat agar mereka menjadi sehat. “Jika perlu penanganan lebih lanjut ,maka kami rekomendasikan untuk dirujuk ke rumah sakit yang difasilitasi BPJS,” sarannya.

Ketua DPRD Kota Batu ini memaparkan bila kegiatan tersebut digelar mulai pukul 10.00 wib, dan diakhiri sekitar pukul 16.00 wib. Dia mengatakan bila tidak membatasi jumlah masyarakat yang akan memeriksakan kesehatannya, meski awalnya ditargetkan sekitar 600 orang.

“Kita tidak akan membatasi, dan kita lihat sikon tenaga medisnya. Ini sudah berjalan satu setengah jam ,sekitar 100 orang yang mendaftar masuk dan belum semua bisa ditangani,” ungkapnya.

Belum lagi, ungkap dia, dari antrian lainnya yang belum didaftar. Karena, kata dia, dalam pengobatan tersebut dari segala penyakit bisa diperiksakan. (gus)