Jadi Wakil Indonesia di WFC Beijing, TK Lab UM Lepas Siswa dengan Meriah 

20 June 2019 - 10:28 WIB
Pelepasan siswa KB & TK Lab UM di Sasana Budaya Universitas Negeri Malang, Kamis (20/6/2019) berlangsung meriah.
Pelepasan siswa KB & TK Lab UM di Sasana Budaya Universitas Negeri Malang, Kamis (20/6/2019) berlangsung meriah.

MALANG  (SurabayaPost.id) – Pelepasan siswa KB & TK Laboratorium Universitas Negeri Malang  (Lab UM) di Sasana Budaya UM, Kamis (30/6/2019) berlangsung meriah. Sebab dalam pelepasan tersebut tak hanya diwarnai pentas seni. Namun juga ada bazar.

Beragam makanan sehat untuk anak usia dini hadir di acara tersebut. Mulai dari makanan dan minuman tradisional hingga camilan modern.

Yang tak kalah hebohnya adalah pentas seni yang ditampilkan  para siswa-siswi KB & TK Lab UM. Pentas seni yang diawali dengan tartil Al Qur’an, drumband hingga seni tari dan musik.

Siswa TK Lab UM saat memainkan drumband

Ada beberapa tarian yang diperagakan siswa-siswi yang berusia dini itu. Ada tari kucing, pinguin dan lain sebagainya.

Mereka terlihat senang dan bahagia. Terutama siswa-siswi yang diwisuda setelah dinyatakan lulus mengikuti pendidikan  di TK Lab UM.

Apalagi di antara para siswa mendapat penghargaan berupa piala atas prestasi yang diukir selama ini. Prestasi bidang pendidikan karakter, misalnya.  Prestasi itu diraih Bilqis Azzahratul Humaira sebagai siswa berprestasi dalam bidang tolong menolong. Praktis, semuanya terlihat bahagia dan bangga.

Siswi TK Lab UM menari dalam acara pelepasan siswa tahun ajaran 2018/2019 di Sasana Budaya Universitas Negeri Malang, Kamis (20/6/2019).
Siswi TK Lab UM menari dalam acara pelepasan siswa tahun ajaran 2018/2019 di Sasana Budaya Universitas Negeri Malang, Kamis (20/6/2019).

Yang tak kalah membahagiakan  dan membanggakan adalah TK Lab UM terpilih menjadi satu-satunya wakil Indonesia dalam ajang World Festival Conference di Beijing, China pada Juli 2019 nanti.

Menurut Kepala Sekolah KB dan TK Lab UM, Rahayu Ashari, prestasi itu merupakan kebanggaan tersendiri. Sebab, TK Lab UM yang beralamat di Jalan Magelang No 2 Kota Malang, Jatim ini akan bersaing dengan Wakil – wakil dari berbagai penjuru dunia.  

“TK Lab UM  terpilih sebagai  finalis konferensi dunia (World Festival Conference) di Beijing, China.  Nanti yang mewakili untuk presentasi di ajang tersebut adalah bu Sri Wahyu Agustin,” jelas dia yang disambut tepuk tangan para hadirin.

Kepala Sekolah KB dan TK Lab UM, Rahayu Ashari.
Kepala Sekolah KB dan TK Lab UM, Rahayu Ashari.

Menurut dia, prestasi itu tak lepas dari peranserta dan support komite sekolah dan orangtua siswa. Makanya dia berharap agar para siswa yang diwisuda tak melupakan masa-masa indah di sekolah.

“Selain itu jangan pernah putus asa dan tingkatkan prestasi.  Sehingga menjadi sukses di masa yang akan datang,” imbaunya.

Ketua Komite TK Lab UM, Tri Utami Handayani mewakili orang tua siswa sangat berterima kasih pada kepala sekolah dan  para guru serta karyawan TK Lab UM. Sebab menurut dia, peran mereka sangat besar mendidik siswa-siswi selama ini.

Ketua Komite Sekolah TK Lab UM, Tri Utami Handayani
Ketua Komite Sekolah TK Lab UM, Tri Utami Handayani

“Pertama kami ucapkan terima kasih pada semua pihak. Terutama kepala sekolah, para guru dan karyawan TK Lab UM yang sudah mendidik anak-anak dengan sabar, tulus dan ikhlas,” jelas wanita berjilbab ini.

Selain itu, Ketua Komite Sekolah TK Lab UM yang lulusan Magister Administrasi Publik di Beijing, China ini juga meminta maaf. “Kami meminta maaf bila masih belum bisa maksimal mendukung pendidikan di TK Lab selama ini,” kata wanita berkacamata ini.

Dia berharap kedepan sinergi semua pihak bisa semakin ditingkatkan. “Sehingga menghasilkan pendidikan  anak yang berkualitas, cerdas, kreatif, inovatif, berkarakter dan berakhlakul karimah,” harap dia.

Kasi PAUD Dinas Pendidikan Kota Malang Iva Rosita
Kasi PAUD Dinas Pendidikan Kota Malang Iva Rosita

Sementara itu, Kasi PAUD Dinas Pendidikan Kota Malang Iva Rosita mengaku bangga dengan prestasi yang diukir TK Lab UM. Menurut dia, semua itu karena sinergi yang baik di antara para stakeholder.

“Untuk itu bangunlah dan tingkatkan  sinergi yang sudah berjalan dengan baik. Sebab tanpa partisipasi,  semuanya tak mungkin menghasilkan pendidikan berkualitas,” tegas dia.

Dia juga berharap agar apa yang dipelajari siswa ditindaklanjuti oleh orangtua. Sebab pendidikan PAUD sangat mendasar untuk pendidikan  karakter. “Itu demi meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Khususnya pendidikan usia dini,” tutur dia. (aji)