Kades Pendem Beberkan Anggaran ADD

2 September 2021 - 14:50 WIB

BATU ( SurabayaPost.id ) – Kepala Desa (Kades) Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Tri Wahyono Efendi,Kamis ( 2 /9/2021) beberkan besaran dan  serapan anggaran Dana Desa ( DD) yang sumber anggarannya dari Pemerintah Pusat, dan Alokasi Dana Desa ( ADD ) sumber anggarannya dari APBD Kota Batu.

Terkait dua sumber anggaran yang dimaksud, menurut Efendi, serapan anggaran DD maupun ADD ,penggunaannya sesuai regulasi kebijakan dari pemerintah pusat maupun daerah.

” Besaran anggaran DD ,Rp 1,6 miliar, yang terserap desa sesuai regulansinya untuk penanganan desa,” katanya.

Sedangkan, kata dia, besaran ADD Rp 2,6 miliar, menurut Efendi masih terserap 52 persen,dan untuk anggaran DD sebesar Rp 1,6 miliar serapannya masih 44 persen.

” Tahapan anggaran DD sudah melangkah ditahap dua.Karena Desa Pendem masih Desa Maju 

di tahun ini,” terangnya.

Lantas, terang dia, untuk tahun depan menurutnya sudah menjadi Desa Mandiri.

” Kalau masih Desa Maju,tahapan pencairannya anggaran tiga kali.Perta 40 – 40 persen, dan 20 persen.Di Kota Batu ini, ada sejumlah 15 Desa Mandiri dan 4 Desa Maju.Mudah – mudahan ditahun 2022 mendatang sudah dinobatkan jadi Desa Mandiri semua,” harapnya.

Dengan begitu, kata dia,pengelolaan uang di desa bakal berbeda, yakni 60 dan 40 persen.Dari tahapan anggaran ADD, kata dia, sudah memasuki tahapan tiga.

” Untuk anggaran ADD dari 3 tahap dalam satu tahun tersebut, mencapai 52 persen.Untuk anggaran DD selama 1 tahun,

capaiannya 44 persen.Kalau dibagi bertahap, dengan regulasi untuk capaian dari tahap pertama 50 – 70 persen,” ujarnya.

Sesuai dengan akumulasi ditahun ini, pihaknya berharap upaya dimasa pandemi ini bisa menaikkan pengunaan anggaran sesuai petunjuk aturan sesuai regulasi yang ada.

Dengan begitu, ia mengaku untuk serapan fisik anggaran DD, tidak banyak untuk pembangunan.

Meski begitu, serapan anggaran ADD,kata dia, sudah ada yang dilakukan.

” Dari beberapa sumber anggaran untuk desa, dari DD Rp 1,6 miliar, ADD, Rp 2,6 miliar.Untuk bagi hasil pajak sebesar Rp 783 juta,dan  retribusi senilai Rp 83 juta.

Kemudian, untuk bagi hasil pajak  masih belum,” jelasnya.

Itu,jelas dia,masih ada anggaran desa yang bersumber dari yang lain.Meski begitu, Efendi belum merinci secara detail.

” Artinya ada beberapa sumber anggaran di Desa Pendem nanti akan kita serap diakhir tahun.

Karena saat ini belum masuk kerekening desa,” timpalnya ( Gus)