Kembali ke Gresik, AKBP Ramadhan Nasution dan Babak Baru Kepemimpinan Polres Kota Industri

Langkah AKBP Ramadhan Nasution memasuki Gresik bukanlah langkah orang asing. Kota industri dan santri ini pernah menjadi bagian dari perjalanan kariernya, jauh sebelum namanya kini resmi tercatat sebagai Kapolres Gresik. Ia kembali, membawa pengalaman, memori sosial, dan beban tanggung jawab yang lebih besar.

Serah terima jabatan di Mapolda Jawa Timur menandai pergantian kepemimpinan Polres Gresik. AKBP Ramadhan Nasution menggantikan AKBP Rovan Richard Mahenu, yang selanjutnya mendapat amanah baru di Mabes Polri. Pergantian ini bukan sekadar rotasi struktural, melainkan pergantian pendekatan dalam membaca persoalan keamanan di wilayah strategis Jawa Timur.

Bagi Ramadhan, Gresik bukan wilayah baru.

“Gresik adalah wilayah yang tidak asing bagi saya. Di sini ada industri besar, masyarakat religius, dan dinamika sosial yang harus dijaga keseimbangannya,” ujarnya dalam salah satu pernyataan kepemimpinannya.
“Tugas kepolisian bukan hanya menegakkan hukum, tetapi memastikan rasa aman tumbuh di tengah masyarakat.”


Pernah menjabat sebagai Kapolsek Menganti, Ramadhan Nasution memahami Gresik dari level paling dasar. Ia mengenal denyut kehidupan masyarakat yang berlapis: buruh industri, pelaku usaha, tokoh agama, hingga warga kampung yang hidup dalam kultur guyub.

Pengalaman itu menjadi bekal penting saat ia kini memimpin wilayah yang kompleks, dengan tantangan keamanan yang tak hanya bersifat kriminal, tetapi juga sosial dan ekonomi.

Perwira Disiplin dari Jalur Etika

Latar belakang Ramadhan Nasution berbeda dari banyak Kapolres lainnya. Ia lama bertugas di Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam), termasuk sebagai Kasubbid Paminal Bidpropam Polda Metro Jaya. Di sana, ia terbiasa mengurusi disiplin internal, kode etik, dan profesionalisme anggota.

“Disiplin internal adalah fondasi. Jika anggota bekerja profesional dan beretika, kepercayaan publik akan datang dengan sendirinya,” tegasnya.


Pendekatan ini membentuk karakter kepemimpinannya: tegas ke dalam, namun tetap terbuka dan komunikatif ke luar.

Seorang perwira Polri yang pernah bertugas bersamanya menggambarkan sosok Ramadhan sebagai pemimpin yang lugas.

“Pengalaman beliau di Propam membuatnya tegas terhadap anggota, tetapi justru itu yang membuatnya dipercaya publik. Ia tidak alergi kritik dan terbiasa bekerja dengan standar tinggi,” ujarnya.


Dari Lalu Lintas ke Kepemimpinan Wilayah

Selain Propam, Ramadhan Nasution juga ditempa di jalur operasional. Ia pernah memimpin satuan lalu lintas di Polresta Malang Kota dan Polres Madiun, posisi yang menuntut kesabaran, ketegasan, serta kemampuan membaca persoalan publik secara langsung.

Pengalaman tersebut membentuk kepekaannya terhadap keluhan warga dan pentingnya kehadiran polisi di ruang-ruang keseharian masyarakat.

“Polisi harus hadir sebelum konflik membesar. Pendekatan preventif dan dialog dengan masyarakat akan menjadi prioritas kami di Gresik,” kata Ramadhan.


Menjadi Kapolres Gresik berarti memimpin wilayah dengan denyut ekonomi tinggi sekaligus sensitivitas sosial yang kuat. Kawasan industri nasional, jalur logistik vital, serta masyarakat religius menjadi kombinasi tantangan yang menuntut kepemimpinan presisi.

Isu ketenagakerjaan, kriminalitas perkotaan, lalu lintas industri, hingga keamanan lingkungan berbasis komunitas akan menjadi agenda utama kepemimpinannya.

Seorang pejabat di lingkungan Polda Jawa Timur menilai kesinambungan kepemimpinan menjadi kunci.

“Pergantian Kapolres adalah hal wajar dalam organisasi Polri. Yang terpenting adalah kesinambungan pelayanan dan komitmen menjaga stabilitas daerah,” ujarnya.

Pergantian Kapolres bukan sekadar seremoni jabatan. Ia adalah pergantian cara pandang, gaya kepemimpinan, dan pendekatan dalam menjaga keamanan.

Di bawah komando AKBP Ramadhan Nasution, Gresik memasuki babak baru: kepolisian yang tidak hanya hadir ketika masalah terjadi, tetapi berupaya hadir lebih awal sebelum masalah tumbuh.

Bagi Ramadhan, kembali ke Gresik adalah perjalanan yang berulang, namun dengan tanggung jawab yang jauh lebih besar. Sebuah kepulangan yang bukan sekadar nostalgia, melainkan komitmen untuk menjaga keamanan kota yang pernah ia kenal dari dekat.

Baca Juga:

  • AKBP Ramadhan Nasution Resmi Jabat Kapolres Gresik, Inilah Profilnya
  • Perempuan Akar Rumput Gresik Suarakan Pentingnya Akses Informasi dalam Pembangunan
  • Pemkab Gresik Perkuat JDIH, Dorong Literasi Hukum dan Akses Informasi Publik
  • Pemkab Gresik Konsisten Perkuat JDIH hingga Desa, Raih Prestasi Provinsi dan Tingkatkan Akses Informasi Hukum