Kepedulian Pengusaha Rendah, Ketua PP Bakal Ajak Anak Panti Asuhan Rekreasi

29 March 2019 - 16:04 WIB
Ketua MPC PP Kota Batu Endro Wahyu
Ketua MPC PP Kota Batu Endro Wahyu

BATU (SurabayaPost.id) – Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Kota Batu, Endro Wahyu, mengaku miris terkait kepedulian pengusaha di Kota Batu dalam menyalurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR).

Pengakuan itu disampaikan Endro Wahyu, Jumat (29/3/2019). Dia merasa prihatin karena kepedulian pengusaha terhadap Panti Asuhan sangat rendah.

Sebagai indikasi rendahnya kepedulian pengusaha itu dia sebutkan soal rencana puluhan Pengurus Panti Asuhan di Kota Batu yang tergabung dalam Forum Lembaga Kesejahteraan Anak (FLKA) beraudiensi dengan Bagian Hukum Pemkot Batu. Sesuai rencana audiensi akan dilaksanakan pekan depan. Ketua FLKA Kota Batu, Habib Maulana dalam pertemuan itu ingin mempertanyakan keberadaan soal dana CSR dari Perusahaan – perusahaan itu.

“Dari situlah kami merasa prihatin dan miris. Ternyata hanya beberapa usaha yang tersebar di Kota Batu yang peduli menyalurkan dana CSR-nya,” seru Pria yang sapaan arabnya Abah Hendro ini.

Dengan begitu, Abah Hendro mengingatkan DPRD Kota Batu agar segera membuat Perda CSR. Sehingga pengusaha yang berdiri dan menikmati di bumi Kota Batu ini peduli menyalurkan CSR-nya. Lebih – lebih terhadap Anak Yatim Piatu.

“Kami bersama rekan – rekan Ormas PP, pernah audiensi ke DPRD Kota Batu, mengusulkan tiga poin persoalan yang harus segera dibuatkan Perda. Salah satunya, Perda CSR. Namun sampai saat ini, hasil audiensi tersebut terkait Perda tiga poin itu, tak jelas dan terkesan hanya sebatas direspon yang tak jelas progresnya,” kata Abah Hendro.

Celakanya, menurut Abah Hendro, dengan tidak kunjungnya dibuat Perda CSR tersebut, kalangan Eksekutif dan Legislatif patut dipertanyakan. “Ada apa gerangan itu. Semua demi kebaikan untuk masyarakat Kota Batu,” tuturnya.

Hendro mengaku sangat miris karena tidak setimpal dengan kunjungan wisatawan yang sering dijabarkan setiap tahunnya berjumlah jutaan orang. Namun kepedulian pengusaha sangat minim terhadap masyarakat, lebih – lebih terhadap, FLKA,” tandasnya.

Untuk itu, Abah Hendro berjanji dalam waktu singkat ini, Ormas PP Kota Batu, bakal segera berkoordinasi dengan Ketua FLKA, Habib Maulana. Sebab dia mengaku merasa tergugah dengan rencana audiensi FLKA dengan Bagian Hukum Pemkot Batu itu.

Dia hendak mengajak anak-anak panti tersebut rekreasi. Itu semua kata dia bertujuan agar anak – anak yang di Panti Asuhan terhibur. Sehingga mereka perlu diajak ke tempat wisata yang ada di Kota Batu dengan menggunakan dana pribadi.

“Bukannya kami riak atau punya maksud tertentu. Namun saya prihatin dengan itu semua. Jangan dinilai besar dan kecilnya, kami hanya sekedar ingin berbagi kepada anak – anak yang berada di Panti Asuhan, yang tergabung di FLKA,” pungkasnya. (gus)