Ketua NU NTT Jadi Ketua Panitia Pesparani Nasional 2020

25 April 2019 - 17:18 WIB
Adrianus Meliala menyerahkan Surat Keputusan Menteri Agama RI dan Surat KWI kepada Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat tentang Penunjukan Kota Kupang sebagai Tuan Rumah Perayaan Pesparani Nasional 2020.

KUPANG (SurabayaPost.id)-Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat menunjuk Ketua Pengurus Wilayah  Nahdlatul Ulama (PWNU) NTT Jamaludin Ahmad sebagai Ketua Panitia Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Nasional Tahun 2020 yang diselenggarakan di Kota Kupang. “Saya usulkan dan tunjuk Ketua PWNU NTT sebagai Ketua Panitia Pesparani Nasional Tahun 2020. Kita ingin mengedepankan semangat kebersamaan dalam membangun daerah ini. NTT harus bisa menjadi inspirasi nilai-nilai kebangsaan dan kebhinekaan bagi Indonesia,” kata Gubernur Laiskodat saat menerima audiensi Ketua Umum Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Nasional (LP3KN) Adrianus Meliala bersama rombongan di Ruang Kerja Gubernur NTT, Rabu (24/04/2019).

Kedatangan Adrianus bersama rombongannya di Kupang itu untuk menyerahkan Surat Keputusan Menteri Agama dan Surat Rekomendasi Konferensi Waligereja Indonesia(KWI) tentang Penunjukan Kota Kupang sebagai Tuan Rumah Pesparani Nasional Kedua Tahun 2020.

Selain itu untuk meminta dukungan Pemerintah Propinsi NTT guna memfasilitasi pelaksananan dan kesuksesan kegiatan tersebut.

Gubernur Laiskodat menjelaskan, Ketua NU NTT ditunjuk sebagai Ketua Panitia Pesparani 2020 sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan terhadap NU. Sebab, NU adalah salah satu organisasi muslim terbesar, yang bersama Muhammadiyah telah setia menjaga dan merawat nilai-nilai kebangsaan di negara ini.

“Pemerintah Propinsi NTT selalu mendorong NTT menjadi tempat bersemainya semangat toleransi yang nyata dan berharap siapa pun dari seluruh pelosok negeri dapat belajar tentang makna kerukunan antarumat beragama di NTT”, katanya.

Adrianus Meliala dan rombongan audiensi dengan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat.

Menurut Gubernur Laiskodat, kunci utama kesuksesan untuk membangun NTT adalah semangat kebersamaan.

“Visi NTT Bangkit Menuju Sejahtera akan tercapai kalau orang NTT melepaskan sekat-sekat agama dan kesukuannya serta bersama bergandengan tangan mengejar ketertinggalan dan keterbelakangan. Kami membutuhkan orang-orang yang sepikir dengan kami, punya semangat kerja yang militan tanpa pandang suku dan agamanya. Berupaya bersama untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat NTT yang masih bergelut dengan kemiskinan, keterbelakang dan terpenjara karena infrastruktur seperti jalan yang buruk,” jelas Gubernur Laiskodat.

Mantan Ketua Fraksi Nasdem DPR itu mengapresiasi kepercayaan yang diberikan Menteri Agama dan KWI terhadap Propinsi NTT untuk menjadi Tuan Rumah Pesparani Nasional 2020.

“Pemerintah Propinsi NTT siap menyukseskan pelaksanaan kegiatan tersebut termasuk mendukung pendanaannya berkolaborasi dengan dana dari APBN”, tandas Gubernur Laiskodat.

Ketua Umum LP3KN Adrianus Meliala mengapresiasi antusiasme Pemerintah Propinsi NTT terkait ditetapkannya Kota Kupang sebagai Tuan Rumah Pesparani 2020. Dia optimis dengan tanggapan positif dari Gubernur NTT, pelaksanaan kegiatan tersebut akan berjalan sukses.

“Kami mengapresiasi tanggapan cepat dari bapak gubernur dengan segera mengusulkan dan menunjuk ketua panitia kegiatan tersebut. Kami justru sangat senang dengan dukungan dan semangat beliau. Melihat semangat respon gubernur, rasanya beliau akan habis-habisan,” jelas anggota Ombudsman RI tersebut.

Kriminolog asal Universitas Indonesia tersebut memperkirakan jumlah peserta Pesparani Nasional kedua tersebut akan meningkat dibandingkan dengan sebelumnya.

“Kalau penyelenggaraan pertama saja dengan segala keterbatasannya di Ambon berjalan sukses dan dihadiri sekira 7.000 orang, diperkirakan untuk di Kupang nantinya jumlah peserta akan mencapai 10.000 orang ditambah dengan observer dari luar negeri”, tandas Adrianus.

Adrianus menjelaskan, kegiatan Pesparani 2020 ini akan berlangsung selama seminggu.

“Kegiatan selama seminggu itu bisa dibayangkan dampak ekonomi dan perputaran uang saat itu. Kalau di Ambon butuh dana sekira Rp50 miliar, untuk Kupang dibutuhkan sekira Rp60 miliar yang bersumber dari APBN dan APBD. Kami sangat bangga karena gubernur mendukung penuh soal pendanaan dan berupaya keras agar Presiden bisa hadir,” demikian Adrianus.

Romo Paulus Christian Siswantoko, utusan dari KWI dalam kesempatan tersebut mengapresiasi penunjukan Ketua PWNU NTT sebagai Ketua Panitia Kegiatan Pesparani Nasional. Karena hal itu juga menjadi misi dari pelaksanaan Pesparani yakni membangun semangat kebersamaan dan kebangsaan.

“Pesparani bukan sekedar lomba menyanyi tetapi juga sarana untuk memperkuat kebersamaan dan kebangsaan, menumbuhkan ekonomi, berbagai ragam motif tenun ikat NTT dan tempat wisata yang indah di NTT dapat dipromosikan melalui kegiatan ini,” jelas Romo Koko, sapaan akrabnya.

Ketua LP3K Daerah Propinsi NTT Frans Salem menjelaskan, kegiatan Pesparani Nasional Tahun 2020 direncanakan dilaksanakan pada September atau Oktober 2020.

Sebelumnya, pada Mei sampai Juli, LPKD NTT akan melaksanakan Pesparani Tingkat Kabupaten dan Propinsi untuk menyeleksi duta-duta NTT yang akan tampil dalam Pesparani Nasional 2020.

Ketua PWNU NTT Jamaludin Ahmad menyatakan kesiapannya untuk menjadi Ketua Panitia Kegiatan Pesparani Nasional itu. Asisten I Bidang Pemerintahan Setda NTT itu mengapresiasi dan berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan Gubernur NTT kepadanya.

“Ini merupakan suatu kepercayaan besar bagi saya dan PWNU NTT. Inilah momentum perwujudan semangat ukhuwah wathaniyah (persaudaraan sebangsa setanah air) dan ukhuwah basyariyah (persaudaraan umat manusia sebagai ciptaan Allah) yang selalu dijunjung tinggi oleh Nahdlatul Ulama. Saya siap menjalankan amanah yang berahmat ini,” jelas Jamaludin. (cyk).