LP4 Trisakti Bedah Dua Buku Tentang Sistem Tanggung Renteng Perkoperasian

21 September 2020 - 16:53 WIB
Dr Sri Untari Bisowarno MAP kala bersama pembedah dua buku tentang Sistem Tanggung Renteng di Koperasi

MALANG (SurabayaPost.id) – Lembaga Pengkajian, Penelitian dan Pengembangan Perkoperasian (LP4) Trisakti Jawa Timur meluncurkan dua buku, Senin (21/9/2020). Kedua buku tersebut berisi tentang pentingnya penerapan sistem Tanggung Renteng dalam berkoperasi.

Dua buku itu masing-masing berjudul ‘Koperasi dan Sistem Tanggung Renteng dalam Menghadapi Tantangan Zaman. Lalu, ‘Koperasi Bersistem Tanggung Renteng Dahsyat’.

Buku-buku tersebut dibedah oleh Ketua Bidang Diklat Dekopinwil Jatim Drs H Joko Rokhani Sanjaya MM dan Ketua Bidang SPI Dekopinda Kota Malang, Dr. Agung Haryono, SE, MP, Ak.

Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Dr. Sri Untari Bisowarno M.AP, yang juga Pembina LP4 Trisakti Jatim menyampaikan bahwa sistem Tanggung Renteng memiliki filosofi dan prinsip-prinsip seperti tanggung jawab hingga kebersamaan dan gotong royong.

“Karena itulah dengan menerapkan sistem tersebut membuat koperasi tangguh. Karena Sistem ini mampu bertahan dan menyelamatkan koperasi saat masa-masa sulit,”ujar Sri Untari.

Peluncuran buku itu, menurut Sri Untari, akan menjadi transformasi sejarah sistem Tanggung Renteng dari Mursia Zaafril Ilyas lalu dilanjutkan Untari dan berikutnya.

Ia berharap generasi muda harus bisa melihat sistem ini secara utuh dan bisa menjaga dan menerapkan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Apalagi Sistem Tanggung Renteng bisa beradaptasi dengan zaman dan bisa dilakukan sesuai kebutuhan dunia digital asalkan Pengurus koperasi mau berjuang. Bahkan disaat Covid 19 sistem ini terbukti mampu menyelesaikan masalah.

Ketua LP4 Trisakti Jawa Timur Deddy Satya Dewanto, S.So., MM. mengatakan, penulisan dua buku itu merupakan rangkaian proses kreatif yang dilakukan lembaganya.

Secara umum, isi dua buku tersebut semi ilmiah dan populer. Cakupan materinya tentang keunggulan sistem Tanggung Renteng, teknis pelaksanaan Tanggung Renteng hingga kaderisasi dan pelaksanaannya.

“Proses penulisan dua buku tersebut berlangsung sangat singkat hanya 2,5 bulan. Diawali survei di 31 koperasi yang tersebar di berbagai wilayah, di antaranya di Malang Raya, Ngawi, Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Jember hingga Sumenep,”Deddy.

Deddy yang juga ketua tim penulisan buku ini mengatakan, bersamaan dengan survei dan penulisan buku juga dilakukan focus group discussion (FGD) untuk menggali data sekaligus klarifikasi hasil survei. Selain itu dilakukan pula workshop, seminar pracetak, hingga bedah buku.

“Di tengah itu kami juga melakukan diklat untuk 70 koperasi dengan materi Tanggung Renteng dan leadership,”tambah dia.

Deddy berharap peluncuran buku ini, menambah wawasan insan koperasi menindaklanjuti dengan mempelajari sistem Tanggung Renteng dan menerapkannya.

Koperasi yang menggunakan sistem Tanggung Renteng dengan benar, dijamin pasti berkembang karena memiliki banyak manfaat. Itu dibuktikan oleh Koperasi Setia Budi Wanita (SBW) dan beberapa koperasi lainnya.

Pria yang juga Ketua Learning Center (LC) Koperasi SBW, dan Kepala Litbang Koppas Citra Kartini Sumberpucung ini menjelaskan, jika ingin koperasi maju maka terapkanlah sistem Tanggung Renteng. (aii)