LSF Putar Film di Sekolah Inklusif

21 June 2019 - 11:25 WIB
Siswa berkebutuhan khusus saat menonton film yang diputar LSF di sekolah inklusi.
Siswa berkebutuhan khusus bersama siswa regular menonton film yang diputar LSF di sekolah inklusi.

SURABAYA (SurabayaPost.id)  – Lembaga Sensor Film (LSF) memutar film untuk murid-murid Sekolah Dasar (SD) Ketintang 2 Kota Surabaya, Kamis (20/6/2019). Pemutaran film bertajuk Dua Belas Menit itu untuk menghibur mereka sekaligus sebagai sosialiasi Budaya Sensor Mandiri (BSM).

SD Ketintang 2 yang berdekatan dengan kampus Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan kantor Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jatim termasuk SD inklusif. Disebut demikian karena muridnya terdiri dari siswa-siswa berkebutuhan khusus dan anak-anak reguler atau tidak berkebutuhan khusus. Mereka diajar secara bersama-sama.

Film yang dibintangi antara lain Didie Petet, Ninik L Karim, Olga Lydia memberikan pesan pelajaran bahwa untuk mencapai kesuksesan harus bekerja keras, konsisten, berani menghadapi rintangan dan kesulitan. Änak-anak ambil pelajaran yang baik-baik dari film ini,” kata Kepala SD Ketintang 2 Surabaya, Nanik.

Lebih kurang 150 murid didampingi para guru dan tenaga kependidikan menyaksikan film beredurasi lebih satu jam tersebut secara lesehan. Mereka menyaksikan film dengan antusias. Tidak ada satu pun murid yang beranjak dari tempat duduknya yang berupa karpet yang dialasi matras yudo. Mereka ikut bertepuk tangan dan teriak jika ada adegan seru. Mereka juga tertawa manakala adegan lucu.

Budi Santoso, anggota LSF Jatim yang menjadi ketua tim pemutaran film itu sangat bergembira karena pemutaran film edisi perdana menggunakan mobil keliling (bioling) mendapat sambutan meriah. Sedikitnya sudah dua SD lain yang meminta acara serupa. (AH)