Menggantikan Bogank yang Naik ke Jatim, Suliadi Winarno Nahkodai Porserosi Kabupaten Malang

Prosesi pelantikan pengurus baru Porserosi Kabupaten Malang, Sabtu (7/11/2026).
Prosesi pelantikan pengurus baru Porserosi Kabupaten Malang, Sabtu (7/11/2026).

MALANG (SurabayaPost.id) — Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Porserosi) Kabupaten Malang resmi berganti nahkoda. Suliadi Winarno dilantik sebagai Ketua baru menggantikan Priyo Sudibyo yang akrab disapa Bogank, Sabtu (7/11/2026).

Pergantian ini bukan karena Bogank berhenti dari dunia sepatu roda. Justru sebaliknya, ia naik kelas ke level provinsi setelah dipercaya menjabat sebagai Wakil Ketua I Porserosi Jawa Timur.

Karena mengemban amanah baru tersebut, Bogank memutuskan tidak melanjutkan kepemimpinannya di Kabupaten Malang. Ia menilai tidak mungkin menjalankan dua jabatan strategis sekaligus secara maksimal.

Priyo Sudibyo yang akrab disapa Bogank memberikan keterangan kepada wartawan.
Priyo Sudibyo yang akrab disapa Bogank memberikan keterangan kepada wartawan.

“Pelantikan pengurus baru Porserosi Kabupaten Malang ini menggantikan saya, karena saya tidak mungkin di dua jabatan sebagai Ketua Porserosi Kabupaten Malang dan sebagai Wakil Ketua Umum Porserosi Jatim, maka saya pilih untuk tidak melanjutkan di Musyawarah Kabupaten (Muskab) kali ini. Ada ketua baru yang nanti menggantikan saya, saya naik ke provinsi,” kata Bogank.

Prosesi pergantian kepemimpinan ditandai dengan penyerahan bendera pataka dari ketua lama kepada ketua baru. Momen tersebut disaksikan segenap pengurus serta perwakilan dari KONI Kabupaten Malang.

Penyerahan bendera Pataka dari ketua Porserosi lama kepada ketua yang baru dilantik.
Penyerahan bendera Pataka dari ketua Porserosi lama kepada ketua yang baru dilantik.

Bogank meninggalkan warisan prestasi yang tidak ringan. Di bawah kepemimpinannya, sepatu roda menjadi salah satu lumbung medali terbesar bagi Kabupaten Malang.

Pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) sebelumnya, sepatu roda berhasil menyumbangkan lima medali emas, dua perak, dan empat perunggu. Capaian itu membuat sepatu roda tercatat sebagai cabang olahraga penyumbang medali terbanyak untuk kontingen Kabupaten Malang.

Karena itu, Bogank menantang kepengurusan baru untuk tidak hanya menjaga, tetapi juga melampaui capaian tersebut.

“Minimal bisa menyamai prestasi saya, terutama kemarin Porprov kita menyumbang medali terbanyak semua cabor untuk perolehan medali Kabupaten Malang. Mudah-mudahan pengurus yang baru ini menyamai prestasi yang saya ukir, bahkan kalau bisa lebih baik, terutama untuk nanti di Porprov 2027 di Surabaya,” ungkap Bogank.

Di balik prestasi itu, ada pekerjaan rumah yang belum tuntas. Regenerasi atlet putra dan putri masih tersendat dan menjadi tantangan terbesar bagi kepengurusan baru.

Bogank mengakui, ketersediaan atlet masih menjadi persoalan. Kekuatan tim masih bertumpu pada atlet yang sudah ada, sementara bibit baru belum mengalir deras.

“PR-nya regenerasi atlet karena kita kekurangan banyak atlet dan regenerasinya agak tersendat. Atlet putri kita masih mencari, kalau atlet putri kita sudah ada bertahap, bahkan nanti di PON kita insyaallah bisa menurunkan atlet dari Kabupaten Malang,” bebernya.

Ia memastikan, Kabupaten Malang sudah memiliki atlet yang berpeluang memperkuat Jawa Timur pada Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang. Itu menjadi bukti bahwa pembinaan atlet putri mulai menunjukkan perkembangan.

Menerima amanah tersebut, Suliadi Winarno menegaskan komitmennya untuk melanjutkan fondasi pembinaan yang sudah dibangun Bogank.

Dalam waktu dekat, fokus utama diarahkan pada persiapan Pusat Latihan Cabang (Puslatcab) sebagai bagian dari upaya mematangkan atlet menghadapi Porprov 2027 di Surabaya.

Suliadi pun memasang target yang sama dengan capaian sebelumnya, yakni lima medali emas untuk Kabupaten Malang.

“Dalam jangka pendek ya meneruskan program yang sudah dicanangkan oleh Pak Bogank selaku ketua umum sebelumnya. Dia juga bukan milik Kabupaten Malang, tapi milik Jawa Timur, karena sebagai Wakil Ketua I Provinsi Jawa Timur Pak Bogank dan saya mendapatkan amanah untuk meneruskan kepengurusan ini. Tentunya target dalam waktu dekat adalah menyiapkan Puslatcab, kita punya target di Porprov 2027 ini lima emas untuk Kabupaten Malang,” kata Suliadi.

Ketua baru Porserosi Kabupaten Malang, Suliadi Winarno.
Ketua baru Porserosi Kabupaten Malang, Suliadi Winarno.

Dari sisi organisasi, kepengurusan baru tidak sepenuhnya diisi wajah baru. Suliadi menyebut komposisi pengurus merupakan perpaduan antara personel lama dan sejumlah tenaga baru.

Menariknya, kepengurusan kali ini mulai memperkuat keterlibatan kalangan muda yang memiliki latar belakang sport science. Langkah tersebut diharapkan mampu membawa pembinaan atlet ke arah yang lebih terukur.

Salah satu inovasi yang mulai diterapkan adalah sistem analisis hasil pertandingan yang dapat digunakan sebagai bahan evaluasi pelatih. Melalui sistem tersebut, perkembangan atlet bisa dipetakan secara lebih detail sehingga kekurangan maupun keunggulan masing-masing individu dapat diketahui.

Suliadi mencontohkan, Taufik telah mengembangkan sistem pertandingan yang sebelumnya diuji dalam ajang Jatim Open. Sistem tersebut juga dilengkapi rapor analisis progres pertandingan untuk membantu pelatih menentukan arah pembinaan.

“Dan saat ini juga sudah menciptakan semacam rapor analisa hasil progres pertandingan. Sehingga dari adanya rapor itu akan memudahkan pelatih untuk menentukan,” ungkap Suliadi.

Terkait regenerasi, Suliadi memastikan proses penjaringan bibit baru terus berjalan. Saat ini, Porserosi Kabupaten Malang memiliki sekitar 70 atlet, dengan 21 di antaranya telah masuk program Puslatcab tahun ini.

Penguatan pembinaan juga akan dilakukan melalui klub-klub sepatu roda yang tersebar di Kabupaten Malang. Keberadaan klub dinilai menjadi pintu masuk penting untuk memperluas minat masyarakat sekaligus menemukan atlet potensial sejak usia dini.

“Sekarang sudah punya atlet kabupaten ada 70 atlet. 21 sudah masuk Puslatcab tahun ini. Jadi dari sisa 70 itu nanti akan ada tambahan-tambahan lagi. Tetap kita dorong untuk klub-klub yang ada di kabupaten ini untuk berkembang supaya dapat banyak tambahan peminatnya untuk sepatu roda ini,” kata Suliadi.

Saat ini, terdapat lima klub yang menjadi bagian dari ekosistem pembinaan sepatu roda Kabupaten Malang. Keberadaan klub-klub tersebut diharapkan semakin berkembang agar proses pencarian dan pembinaan atlet tidak terhambat oleh minimnya regenerasi.

Dengan kombinasi pengalaman pengurus lama, energi pengurus baru, serta pendekatan sport science, Porserosi Kabupaten Malang kini memasuki babak baru di bawah kepemimpinan Suliadi Winarno.

Ujian pertamanya sudah di depan mata: menjaga tradisi prestasi dan mewujudkan target lima emas di Porprov 2027. (lil).

Baca Juga:

  • PORSEROSI Kota Malang Terus Tingkatkan Kualitas Olahraga Sepatu Roda di Bumi Arema