Natalan, Wawali dan Kapolres Asfuri Optimis Kota Malang Aman

21 December 2018 - 12:54 WIB
Wawali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko bersama Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri SIK MH.

MALANG  (SurabayaPost.id)  – Jelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2019 aparat keamanan mengaku siap mengamankan Kota Malang, Jatim. Kesiapan itu diungkapkan  Wakil Wali Kota Edi Sofyan dan Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri, Jumat (21/12/2018).

Mereka pun optimistis semuanya akan aman dan lancar  selama Natalan dan tahun baru. Sebab, menurut Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri, pengamanan perayaan natal dan tahun baru pihaknya akan menurunkan 300 personel yang akan ditugaskan di seluruh wilayah Malang Kota.

Tak hanya dari pihak kepolisian saja yang nantinya akan mengamankan perayaan natal dan tahun baru.

Nantinya, pihaknya akan berkoordinasi dengan personel gabungan yang meliputi TNI, Dinas Perhubungan (Dishub) dan para instansi terkait.

“Kami akan mendirikan tiga pos pengamanan (Pospam) di tiga gereja besar yang ada di Kota Malang yakni di Jalan Ijen, Kayutangan dan Blimbing. Pengamanan ini kita lakukan sesuai dengan kegiatan operasi secara terpusat dari Kapolri,” ujarnya ucap AKBP Asfuri.

Seperti diketahui, menjelang libur panjang natal dan tahun baru Kota Malang menjadi destinasi wisata khususnya masyarakat yang ada di Jawa Timur.

Untuk itu, guna mengamankan lalu lintas yang ada, pihaknya akan merekayasa lalu lintas agar tidak banyak kendaraan yang menumpuk di Jalan.

“Selain mengamankan lalu lintas, kita juga akan menugaskan beberapa anggota untuk menekan angka curanmor pada liburan natal dan tahun baru,” imbuhnya.

Sementara itu, dalam mengurai kemacetan, Dishub akan membentuk tim khusus. Hal tersebut disampaikan Kusnadi, Kepala Dishub Kota Malang.

Pihaknya akan melarang kendaraan berat memasuki Kota Malang pada H-7 malam tahun baru sampai H+3 tahun baru 2019.

Peraturan tersebut dilakukan berdasarkan aturan yang ada dan akan sama seperti pada tahun-tahun sebelumnya.

“Semua ini sudah ada aturannya, dan kami akan mematuhi dan melaksanakan aturan tersebut, ucap Kabid Daltib Dishub Kota Malang.

Ia menambahkan, jika ada kendaraan berat yang ketahuan masuk ke Kota Malang, maka akan langsung ditindak dengan tegas.

Pelarangan dan pembatasan operasional kendaraan berat tersebut, dimaksudkan dalam upaya pengamanan lalu lintas dan meminimalisir kemacetan yang ada di Kota Malang.

Di lain pihak, Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi menyampaikan dalam pengamanan Natal dan tahun baru, telah melakukan koordinasi tiga pilar bersama Pemerintah Daerah, Polres Malang Kota dan Kodim.

Menurutnya dari tiga pilar tersebut akan dilakukan langkah-langkah kongkrit untuk membentuk sebuah sinergi dan kerjasama.

“Intinya tiga pilar sudah menyatakan kesiapannya. Kita ingin pelaksanaan natal dan tahun baru bisa berjalan dengan lancar dan baik dari berbagai aspek. Insya Allah lancar,” tandasnya. (Lil)