Nur Gholib, Wakil Ketua DPRD Gresik : Musibah Banjir Harus Disudahi

27 March 2019 - 17:33 WIB

GRESIK (SurabayaPost.id)–Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gresik Nur Gholib langsung mendatangi lokasi banjir di Benjeng. Selain melihat langsung Pasar Benjeng yang rutin kebanjiran, caleg PPP untuk Propinsi Jatim ini, juga melihat langsung kondisi terakhir Kali Lamong yang telah merendam ribuan rumah.

Saat di Jembatan yang membentang di atas Kali Lamong, Nur Gholib berharap, bantaran Kali Lamong harus segera dinormalisasi. Harus ada pembenahan menyeluruh di bantaran Kali Lamong, agar musibah rutin ini bisa ditangani dan tidak terulang lagi setiap musim hujan.

“Warga harus bersedia untuk dilakukan normalisasi bantaran Kali Lamong, untuk menyudahi musibah banjir kiriman sepertin ini,” ujar politikus asal Kedamean ini saat melakukan kunjungan di wilayah banjir, Rabu (27/3).

Nur Gholib mengaku sedih melihat kondisi tahunan yang tak pernah bisa diselesaikan oleh pemerintah ini. Sebab banjir kiriman bukan saja merendam rumah warga tetapi telah melumpuhkan ekonomi warga. “Pasar terendam sehingga aktifitas ekonomi terganggu. Selain itu ratusan hektar tanaman padi juga terancam gagal panen. Ribuan rumah terendam. Karenanya progres pembangunan tanggul harus segera terwujud agar kejadian bertahun-tahun ini bisa diatasi. Insya Allah 2020 terlaksana,” ujarnya.

Banjir yang menggenang enam desa di Kecamatan Benjeng dan lima desa di Kecamatan Balongpanggang, yang berada di bantaran Kali Lamong terendam banjir akibat meluapnya permukaan kali yang membelah Kecamatan Balongpanggang dan Benjeng.

Diduga, banjir terjadi akibat turunnya hujan di hulu Kali Lamong yaitu Jombang dan Mojokerto. Sedangkan Gresik hanya mendapat limpahan airnya.

Enam desa di Kecamatan Benjeng yang kebanjiran, adalah Desa Lundo, Munggugianti, Bulurejo, Sedapurklagen, Deliksumber dan Desa Kedungrukem. “Terik panas tidak hujan tapi banjir. Kasihan masyarakat kita,” pungkasnya.

Camat Benjeng Arif Wicaksono mengatakan, setidaknya ada 1070 rumah warga tergenang air dengan kedalaman lebih dari 50 centimeter.

“Bahkan diareal persawahan kedalaman banjir mencapai 1 meter. Luas areal sawah yang tergenang sekitar 300 hektar” ujar Arif Wicaksono.

“Alhamdulillah sore ini banjir mulai surut. Namun demikian saat pagi tadi beberapa sekolah SD dan MI sempat diliburkan mengingat ketinggian air. Makanya beberapa kepala sekolah mengambil kebijakan meliburkan sekolah, karena takut ada hal-hal yang membahayakan misalnya antisipasi banjir bertambah tinggi” tandas Arif Wicaksono.

Sementara itu, Camat Balongpanggang Yusuf Ansori menhatakan ada lima desa di wilayahnya yang terendam akibat luapan Kali Lamong.

“Lima desa tersebut adalah Desa Jombangdelik, Ngampel, Sekarputih, Banjaragung dan Desa Wotansari. Ketinggian air antara 5 cm sampai 10 cm. Untuk di area persawahan ketinggian air mencapai 30 cm,” ujar Yusuf.

Untuk membantu warga yang kebanjiran, Pemkab melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik menyerahkan bantuan berupa 120 paket sembako, 5 dos pakaian bayi dan 5 dos pakaian layak untuk masyarakat terdampak.

“Bantuan kali ini sifatnya stimulan, sedangkan bantuan lain kami sudah menyiapkan tim dan perahu. Secara bergantian kami menempatkan petugas, untuk berjaga di beberapa tempat rawan banjir,” tandas Kepala BPBD Tarso Sagito Rabu (27/3). (adv)