Pantau Bapok, Mendag: Stok Melimpah, Harga Cenderung Turun

1 June 2019 - 00:57 WIB
Menteri Perdagangan Enggartiasto saat meninjau harga kebutuhan pokok di pasar tradisional Kabupaten Malang, Jatim.

MALANG  (SurabayaPost.id) – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita kembali turun langsung ke pasar rakyat. Setelah Bandung, Jumat (31/5/2019)  pantau bahan kebutuhan pokok (Bapok) di Pasar Lawang dan Pasar Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Maklum, segenap jajaran Kementerian Perdagangan berkomitmen mengawal stabilitas harga dan pasokan bapok hingga menjelang Lebaran  2019.

Hasilnya dinilai cukup positif. Alasannya, stok melimpah, harga stabil dan cenderung menurun. Makanya dia mengatakan bila masyarakat di Malang dan secara umum di Jawa Timur tidak perlu mengkhawatirkan kondisi bapok saat menghadapi Lebaran.

Menteri Perdagangan Enggartiasto kala pantau harga bahan kebutuhan pokok di pasaran tradisional.

Menurut dia  dibandingkan dengan Bandung, Jawa Barat, harga bapok di Malang  sangat stabil dan cenderung turun. “Saya dapat sampaikan harga daging sapi di Jawa Timur adalah yang terendah dibanding daerah-daerah lain karena merupakan salah satu daerah pemasok. Pasokan bapok juga terpantau melimpah bahkan hingga Lebaran Haji,” ungkap Mendag.

Lalu Mendag menyebutkan jika beberapa komoditas di Jawa Timur  lebih murah dibandingkan daerah lainnya di Indonesia. Misalnya beras yang dijual di bawah harga eceran tertinggi (HET).

Selain itu,  telur ayam, minyak goreng, daging ayam, dan cabe rawit. Komoditas bawang putih yang beberapa minggu lalu sempat mengalami kenaikan, telah kembali normal ke tingkat harga Rp35.000/kg. Adapun, harga gula memiliki kecenderungan sedikit naik meski masih di bawah harga acuan.

Harga dan pasokan bapok di Pasar Lawang  memang terpantau aman. Beras premium dijual Rp10.000—12.000/kg, bawang merah Rp32.000/kg, bawang putih Rp32.000/kg, cabe merah besar Rp35.000/kg, cabe rawit merah Rp11.000/kg, daging ayam ras Rp34.000—35.000/kg, telur ayam ras Rp23.000/kg, daging sapi Rp110.000/kg, minyak goreng Rp11.000/liter, dan gula pasir Rp12.000/kg.

“Produk hortikultura ada yang mengalami sedikit kenaikan harga seperti cabe merah besar, dan yang harganya turun rendah seperti cabe rawit. Hal ini wajar terjadi pada produk hortikultura yang memang merupakan produk musiman. Namun demikian, Pemerintah berkomitmen menjaga keseimbangan harga antara konsumen, petani, dan peternak,” lanjut Mendag.

Adapun di Pasar Singosari, harga juga terpantau aman terkendali seperti beras premium Mentik Wangi dijual Rp9.000/kg, bawang putih Rp30.000/kg, bawang merah Rp35.000/kg, cabe merah besar Rp40.000/kg, cabe rawit merah Rp8.500—15.000/kg, cabe merah keriting Rp18.000/kg, daging ayam ras Rp32.000—36.000/kg, telur ayam ras Rp20.500/kg, daging sapi Rp100.000—110.000/kg, minyak goreng Rp10.500—11.500/liter, dan gula pasir Rp11.000/kg

Dengan kestabilan pasokan dan harga ini, Mendag mengapresiasi pemerintah kabupaten, dinas provinsi, dinas kabupaten, seluruh pedagang, dan pengusaha yang berpartisipasi mengendalikan kondisi bapok selama tiga tahun berturut-turut, khususnya pada hari besar keagamaan nasional (HBKN).

Mendag menambahkan, masih dalam rangka menjaga stabilitas bapok selama Ramadan dan menjelang  Lebaran, Kemendag telah menugaskan tim penetrasi pasar sebanyak 240 personel yang mencegah upaya spekulasi harga bapok di 205 pasar di 34 provinsi.

“Satgas pangan dari kepolisian juga memantau  terus dan memastikan bahwa tidak ada satupun pedagang yang berani bertindak curang. Kami akan memantau terus,” tegas Mendag.

Selain meninjau harga dan pasokan bapok, pada kunjungan ke Kabupaten Malang kali ini, Mendag juga  meninjau kondisi fisik Pasar Lawang yang sempat mengalami kebakaran. Kesempatan ini juga digunakan Mendag untuk mendiskusikan perencanaan proses revitalisasi Pasar Lawang dengan pemerintah daerah terkait. (aji)