Pelayanan PDAM Dikeluhkan di Medsos, Bupati Telpon Dirut Tak di Gubris

1 March 2021 - 11:57 WIB

GRESIK (SurabayaPost.id)-Memulai hari pertama kerja, Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani langsung turun gunung. Pria yang akrab dipanggil Gus Yani ini masih menemukan keluhan tentang pelayanan PDAM Giri Tirta. Seperti dalam unggahan story di @Infogresik, pipa PDAM di Dusun Tugu, Desa Njono mengalami kebocoran. Gus Yani sebelum berangkat menuju kantor Bupati Gresik, menyempatkan diri menanyakan jika ada keluhan lain dari warga yang tinggal di sekitar pendopo.

Mobil dinas berwarna putih berjalan menuju gang di dekat masjid Jami’. Sambil berjalan kaki, Bupati Milenial ini menyapa warga disamping Masjid Jami’ Gresik, Senin pagi (1/3/2021) sekitar pukul 06.00 Wib. Ia langsung mendapat keluhan melalui pesan whatsapp dari Achmad Fathoni, Jalan KH Abdul Karim gang XII Kelurahan Trate. Toni mengaku 2 minggu harus membeli air jerigen yang diantar di jalan Basuki Rahmat.

“Saya masih membayar air tagihan PDAM tapi harus membeli air jerigen di jalan basuki rahmat,”ujar Toni.

Keluhan tentang air, juga muncul dari salah satu pelanggan PDAM Giri Tirta di Kecamatan Manyar. Agung Adi Putranto, warga Jalan Optima 5 no 11 Perum Permata Optima, Desa Banjarsari, Manyar. Agung belum menikmati layanan air bersih secara maksimal sejak membeli rumah tahun 2017. Dia lebih banyak membeli air kubikan ketimbang menikmati air PDAM.

“Tidak keluar airnya, selama ini beli air kubik. Seminggu dua kali beli, satu bulan beli air Rp 320 ribu an. Masih bayar abonemen setiap bulan pak,” terangnya.

Dia sudah melapor ke kantor PDAM Giri Tirta. Hanya diberi penjelasan ada pipa bocor. Harapanya agar segera ada perbaikan, para pelanggan PDAM di Gresik tidak bingung mencari air bersih untuk keperluan sehari-hari.

Gus Yani langsung menghubungi Direktur Utama PDAM Giri Tirta, Siti Aminatus Zariyah melalui sambungan seluler beberapa kali. Hanya terdengar nada sambung dari nomor pribadi dirut PDAM itu, yang tidak kunjung diangkat.

“Bu Risa PDAM ditelepon tidak bisa, nanti saya cek,” ucapnya.

Dia langsung bergegas menuju kantor Pemkab Gresik. Belanja ‘masalah’ layanan air bersih memang menjadi salah satu program 100 hari kerja Gresik Baru.