Pembangunan Puskesmas II Bumiaji Terancam Gagal

28 September 2020 - 17:03 WIB
Komisi C pada saat sosialisasi di Ruangan Bapelitbangda Kota Batu

BATU (SurabayaPost.id) – Target Pemerintah Kota Batu untuk mewujudkan Puskesmas II Bumiaji tahun 2021 terancam gagal. Alasannya karena terkendala lahan kas desa yang tidak diperbolehkan digunakan untuk pembangunan tersebut.

Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi C DPRD Kota Batu Khamim Tohari, Senin (28/9/2020). Menurut Khamim, sebelumnya Bapelitbanda Kota Batu sudah membuat kajian pembangunan di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji.

“Tapi tanah kas desa (TKD) tidak boleh dialihkan atau dihibahkan terlebih dijualbelikan. Sehingga harus dikaji ulang,” katanya.

Dengan begitu, kata dia, Pemkot Batu harus mencari solusi lain. Karena menurut dia tidak mungkin memaksakan kehendak. Kalau dipaksakan menurut dia, khawatir juga bakal melanggar aturan.

Ketua Kimisi C Khamim Tohari

“Solusinya membeli lahan di sekitaran Desa Tulungrejo.Sebenarnya kami dari DPRD setuju adanya pembangunan, tapi apa boleh dikata karena dalam aturan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) nomor 1 tahun 2016 tentang pengelolaan aset desa tidak diperbolehkan,” papar politisi Partai PDI Perjuangan ini.

Saat disinggung alasannya rencana pembangunan Puskesmas II tersebut, kenapa harus ada di Desa Tulungrejo Khamim mengaku karena sesuai kajian Bapelitbangda. Isinya berbunyi di Desa Tulungrejo. Itu dengan luas sekitar 2000 meter persegi dan disitu tidak disebutkan di desa yang lain.

“Semoga ini semua segera ada solusinya. Pada tahun ini Detail Engineering Desain (DED) sudah rampung, dan pembangunan tersebut juga segera terlaksana pada 2021 dan bisa beroperasi atau berfungsi pada tahun 2022 mendatang,” harapnya.

Diwaktu yang sama, harapan tersebut, disampaikan anggota Komisi C DPRD Batu, Rudi. Menurutnya Pemkot Batu diharapkan agar segera merealisasikannya.

“Jadi kami mendorong Pemkot agar segera merealisasikan pengadaan lahan. Karena pembangunan Puskesmas itu sangat diperlukan warga Kecamatan Bumiaji. Itu sesuai kebutuhan kesehatan masyarakat supaya bisa terlayani dengan maksimal dan baik ,” ujarnya.

Itu, ujar dia, karena pembangunan tersebut, sangat diperlukan. Sebab menurut dia, sesuai kajian sudah memenuhi, kebutuhan masyarakat. Baik itu posisi geografis, cakupan serta jangkauan pelayanan, ketersediaan utilitas dan sebagainya.

Karena selama ini warga Kecamatan Bumiaji hanya dilayani 1 Puskesmas, yang tak sebanding dengan jumlah masyarakat. Kedepannya Puskesmas baru tersebut diyakini bisa menjangkau lebih luas ke desa-desa sekitar.

“Sesuai data yang saya ketahui, dalam sehari Puskesmas Bumiaji I terdapat harus melayani sejumlah 250 pasien setiap harinya. Dengan begitu, saya pastikan pelayanannya kurang maksimal,” timpalnya. (Gus)