Peminat Ngajar di Thailand Membludak, Rektor IBU: Wawasan Mereka Sudah Go Internasional

4 January 2019 - 19:39 WIB
Mahasiswa IKIP Budi Utomo Malang ini sedang mengikuti tes seleksi mengajar di Thailand.
Mahasiswa IKIP Budi Utomo Malang ini sedang mengikuti tes seleksi mengajar di Thailand.

MALANG  (SurabayaPost.id) –  Mahasiswa IKIP Budi Utomo  (IBU) Malang yang berminat mengajar di Thailand membludak.  Seleksi hari terakhir, Jumat (4/1/2019) saja mencapai 44 orang dari seluruh program studi. Padahal, yang dipilih hanya empat orang.

Tingginya mahasiswa, peminat mengajar di Thailand itu mendapat apresiasi dari Rektor IBU, Dr Nurcholis Sunuyeko. Menurut dia, wawasan mahasiswa IBU Malang sudah go internasional.

“Mereka sudah memiliki wawasan daya saing yang bersifat global. Wawasan mereka sudah go internasional.  Itu merupakan capital tersendiri yang sangat berharga dan perlu diarahkan pengembangannya,” kata Nurcholis Sunuyeko saat didampingi Kepala Pusat Kerjasama dan Humas IKIP Budi Utomo Malang, Dr Rochsun MKes.

Bila wawasan mahasiswa IBU Malang yang sudah mengglobal itu diarahkan,  Rektor IBU Malang yang akrab disapa Yai ini optimistis akan selalu meng-up date kemampuannya. Baik itu dalam aspek literasi maupun skill.

Makanya, kata Yai, bagi peserta seleksi mengajar di Yayasan Lukmanulhakeem,  Yade, Thailand yang tak lolos kloter pertama, diberikan kesempatan ikut lagi. “Jadi kalau tidak lolos seleksi untuk pemberangkatan 27 Januari 2019 ini, bisa ikut untuk pemberangkatan bulan Februari 2019,” kata Yai.

Rektor IKIP Budi Utomo Malang Dr Nurcholis Sunuyeko.
Rektor IKIP Budi Utomo Malang Dr Nurcholis Sunuyeko.

Untuk peserta seleksi angkatan pertama ini, menurut Kepala Pusat Kerjasama Dr Rochsun MKes hasilnya  akan diumumkan Senin (7/1/2019). Menurut dia, ada empat peserta seleksi yang akan dinyatakan lolos dan berhak diberangkatkan ke Thailand.

“Makanya, proses seleksi sangat ketat dan kompetitif. Apalagi mereka dari berbagai jurusan yang ada di IKIP Budi Utomo,” jelas Rochsun.

Secara rinci dosen IBU Malang yang akrab disapa Aya ini menyebutkan para peserta seleksi mengajar di Thailand itu. Menurut dia, dari jururan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (PJKR) ada 11 mahasiswa, Jurusan Bahasa Inggris 12 mahasiswa, Jurusan Bahasa Indonesia 14 mahasiswa. Sedangkan  Jurusan Matematika 4 mahasiswa, Jurusan Sejarah Sosiologi 2 mahasiswa dan Jurusan Ekonomi 1 mahasiswa.

Di antara para mahasiswa itu disebutkan seperti Muhammad Taqiyyudin Rohanan, Nila Najati Uqba, Ulfatul khasanah, Dwi Arif Zainul Ali Ramadhani. Lalu Eka Akhmaliatul Janah,  Thilda Marciali Reimas, Bimantara Wicaksana, Yolan Melando, Rahman Ulum dan Anggun Yulan Prastica.

Selain itu,  M Iqbalul Hayyi Az Alexander Lawe Teluma, Khumaini Maulida, Fahma Izzah Al a’la, Anggi Pratama, Nuria Ulfa eka Juli Yanti, Anis Na’il Fulka Bia’yuni,  Badi’ul Munawaroh, Retno anggraini, Gandhi Sismanunggal Putra, Anggi Pratama. Wempi Sisilia Huda, Hikmah Arzilia, Markus Wela, Jekris Rada.

Disamping itu ada Ida Liyatul Ulyah, F Ida SJ, Glen Zetfi Febby, Ilham Robby, Suparman, Hermin Kustianingsih, Hendro P, Retno Anggraini, Ilga Lusiana, Chaila Fitri Ramadhina, Wahyu Yasinta. Nur Syarifatul Hidayah, Atik Rokhmawati, Dita Patresia, Krisantus Yolan Ekvander, Sapta Dwi Prasetyo, Maimunah, Ni Gusti Ayu Grace Wibiyanti dan Ihwan Mulyono.

“Dari seluruh seleksi itu hanya diambil empat orang. Mereka yang tidak lolos seleksi kali ini bisa ikut lagi pada seleksi tahap berikutnya,” kata Aya. (lil)