Permudah Beramal, BI Sosialisasi  QRIS pada Takmir Masjid di Malang Raya  

7 October 2019 - 20:39 WIB
Azka Subhan Aminurridho saat didampingi Rini Mustikaningsih (Kepala Tim Pengawasan Sistem Pembayaran, Pengelolaan Uang Rupiah, Keuangan Inklusif dan Layanan Administrasi), Fida Affa Arif (Kepala Unit Pengawasan Sistem Pembayaran, Pengelolaan Uang Rupiah, dan Keuangan Inklusif) dan Siti Senorita Printaningrum (Manajer Fungsi Koordinasi dan Komunikasi Kebijakan) BI Malang.

MALANG (SurabayaPost.id) – Demi mempermudah masyarakat beramal,  Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang melakukan sosialisasi QRIS pada para Takmir masjid di Malang Raya. Sosialisasi QRIS   (Quick Response Code Indonesian Standard) itu dipusatkan di Masjid Agung Jamik Malang, Senin (7/10/2019). 

Dalam sosialisasi tersebut, BI Malang   menggandeng Bank CIMB Niaga Syariah. Menurut Kepala Perwakilan Azka Subhan Aminurridho, transaksi pembayaran nontunai melalui QRIS UNGGUL itu sangat mudah dan aman. 

Makanya, terang dia, BI akan memfasilitasi bank maupun vendor penyelenggara jasa sistem pembayaran. Itu bila  hendak melakukan sosialisasi ke pengurus-pengurus masjid dan lainnya. 

Pengurus Takmir Masjid di Malang Raya pose bersama dengan Kepala BI Malang Azka Subhan Aminurridho dan para stafnya.

“CIMB Niaga merespon positif. Ya kami fasilitasi,” kata Azka Subhan Aminurridho  di sela-sela peluncuran penggunaan QRIS di Masjid Jami’ Malang saat didampingi  Rini Mustikaningsih (Kepala Tim Pengawasan Sistem Pembayaran, Pengelolaan Uang Rupiah, Keuangan Inklusif dan Layanan Administrasi).

Selain itu Fida Affa Arif (Kepala Unit Pengawasan Sistem Pembayaran, Pengelolaan Uang Rupiah, dan Keuangan Inklusif) dan Siti Senorita Printaningrum (Manajer Fungsi Koordinasi dan Komunikasi Kebijakan).

Sosialisasi QRIS UNGGUL itu diikuti para Takmir masjid di Malang Raya. Di antaranya Masjid A Yang,  Masjid Al Hikmah, Tanjung, Masjid Nurul Huda Ngantang, Kabupaten Malang dan lain sebagainya.

Dijelaskan Azka Subhan Aminurridho  bila Masjid Agung Jami’ Malang sebagai  pilot project QRIS pada rumah ibadah. Pertimbangannya, kata dia,  masjid ini merupakan salah satu rumah ibadah utama di Kota Malang. 

Makanya, kata dia,  sosialisasi di masjid Jamik itu diharapkan bisa  menjadi percontohan bagi lembaga lainnya. Khususnya dalam  memanfaatkan QRIS sebagai kanal pembayaran non tunai. “Baik itu untuk transaksi sosial maupun ibadah, seperti zakat infaq, shodaqoh (ZIS) serta donasi lainnya,” jelas dia.

Menurut mantan pejabat BI Bali ini selain memudahkan beramal,  penggunaan QRIS itu aman dan sangat menguntungkan. Alasannya, karena pihak penyelenggara dalam hal ini masjid atau lembaga sosial tidak dikenakan biaya Merchant Discount Rate (MDR). Termasuk kategori donasi, dengan MDR 0%. “Jadi, mudah, aman dan tanpa dikenai biaya,” jelas dia. 

Meski begitu dia mengingatkan tetap waspada saat melakukan transaksi lewat barcode. Karena itu, kata dia, harus dilihat nama lembaga atau pihak yang hendak didonasi. 

Kepala.BI Malang Azka Subhan Aminurridho saat menjelaskan dan memperaktekkan aplilasi QRIS.

“Kalau nama orang atau lembaganya sudah terlihat baru diklik untuk transfer. Kalau namanya tidak sesuai berarti barcode itu salah dan jangan diteruskan proses transaksinya,” jelas dia. kepada pengurus masjid di Malang Raya yang ikut sosialisasi di Masjid Jami.

Hal ini ditujukan agar ke depan masjid -masjid maupun lembaga sosial lainnya di kota Malang juga dapat memanfaatkan QRIS untuk memudahkan masyarakat dalam bersedekah atau memberikan donasi secara non tunai, serta berperan dalam mendorong keuangan inklusif.

Ketua Ta’mir Masjid Jami’ Malang KH Zainuddin A. Muchit mengatakan digunakan QRIS memudahkan jamaah yang berdonasi. Sebab  ada alternatif donasi, selain menggunakan uang  kartal.

“Jadi saat jamaah tidak membawa uang tunai, tidak ada terhalang niat baiknya untuk berdonasi, karena bisa menggunakan HP dengan dimanfaatkan QRIS,” ucapnya sembari menambahkan jika donasi jamaah mencapai Rp 200 juta per bulan. 

Merchant Business Manager Bank CIMB Niaga Malang Faizal Heyder mengatakan sampai saat ini sudah ada  5 masjid yang memanfaatkan QRIS. “Target sampai akhir tahun, diharapkan ada 500 masjid,” kata Faizal. (aji)