Pesan Walikota Malang, Jelang Tahun Politik

23 November 2022 - 22:52 WIB
Walikota Malang, H Sutiaji memberikan sambutan dalam kegiatan sosialisasi Penanganan Konflik (Persiapan Pilpres Dan Pilkada TA 2022) bersama Bakesbangpol di Tychi Hotel, Jl. Jaksa Agung Suprapto, Kota Malang, Rabu (23/11/22).
Walikota Malang, H Sutiaji memberikan sambutan dalam kegiatan sosialisasi Penanganan Konflik (Persiapan Pilpres Dan Pilkada TA 2022) bersama Bakesbangpol di Tychi Hotel, Jl. Jaksa Agung Suprapto, Kota Malang, Rabu (23/11/22).

MALANGKOTA (SurabayaPost.id) – Menjelang tahun politik tahun 2023 – 2024, Walikota Malang, Drs H. Sutiaji meminta masyarakat Kota Malang, tetap menjaga kondusifitas dan kedewasaan. Pasalnya, semakin dekat, mesin politik semakin dipanaskan.

Hal itu disampaikan Walikota Malang saat sosialisasi Penanganan Konflik (Persiapan Pilpres Dan Pilkada TA 2022) bersama Bakesbangpol di Tychi Hotel, Jl. Jaksa Agung Suprapto, Kota Malang, Rabu (23/11/22).

“Menjelang 2023 – 2024, musim politik sudah mulai dipanaskan. Kita harus ada pendewasaan, untuk menjaga stabilitas. Sudah menjadi kebiasaan, kalau suhu politik naik. Kadang disengaja atau tidak, menyinggung dan orang lain menjadi tersinggung,” terang Walikota Malang, Drs H. Sutiiaji.

Walikota Malang, H Sutiaji memberikan keterangan kepada wartawan
Walikota Malang, H Sutiaji memberikan keterangan kepada wartawan

Biasanya, lanjut Sutiaji bisa membawa kelompok. Modelnya bermacam macam. Ada yang langsung dan tidak langsung. Bisa melalui ucapan atau minta kepada berita berita hoaks, memanipulasi data dan lainya.

“Bahkan, memprovokasi. Maka hari ini, Bankesbangpol mengajak tokoh tokoh masyarakat untuk diajak mistigasi. Supaya tidak terjadi konflik,” lanjutnya.

Tidak menutup kemungkinan, masih kata Sutiaji, nantinya bisa dari bidang Kesra bekerjasama dengan Bankesbangpol. Diharapkan, tidak sampai ada yang namanya politik identitas.

Walikota Malang, H Sutiaji pose bersama para peserta sosialisasi
Walikota Malang, H Sutiaji pose bersama para peserta sosialisasi

Disinggung proses demokrasi dengan pilihan langsung yang mungkin menimbulkan potensi konflik, orang nomor 1 di Kota Malang ini berpesan, agar nilai nilai kebangsaan harus dikuatkan.

“Jangan sampai tercoreng oleh agenda 5 tahunan. Gara gara pilihan yang sebetulnya proses demokrasi menuju kesejahteraan, namun berbalik masyarakatnya malah kacau,” pungkasnya.

Dalam kegiatan tesebut, selain dari tokoh agama dan tokoh masyarakat, juga menghadirkan pemateri dari Dandim Kota Malang, Polresta Malang Kota dan Angota Dewan Kota Malang. (*)