Polda Jatim Gelar Pelatihan ‘Destaba’

16 November 2021 - 15:48 WIB

BATU ( SurabayaPost.id ) –  Kepala Bidang Dokter Kesehatan (Kabid Dokkes) Polda Jatim Komisaris Besar Polisi ( Kombes ) Erwinn Zainul Hakim, Selasa ( 16/11/2021) menggelar Pelatihan Kesiapan Desa Tanggap Bencana ( Destaba) di Hotel Amarta Hills, Kota Batu.

Kegiatan yang dihadiri oleh Kasubid Dokkpol Polda Jatim,dan Kasubid Kespol Polda Jatim, Karumkit RS Bhayangkara Jajaran Polda Jatim, serta BPBD Kota Batu, Kadinsos Kota Batu,bersama Kepala Jasa Raharja Kota Batu,dan PMI Kota Batu tersebut, menjalankan Prokes Covid – 19 dengan ketat.

Kegiatan ini, menurut Erwinn didukung penuh oleh BPBD, Dinas Sosial, Jasa Raharja, PMI Kota Batu serta Rumah Sakit Bhayangkara dan jajaran Polda Jatim. 

” Dengan upaya mitigasi ini mampu membantu masyarakat untuk jauh lebih giat dalam menghadapi bencana,” harap Erwinn.
Lantas, kata dia, dalam kegiatan tersebut, mendatangkan narasumber yang mempunyai keahlian khusus yang bisa ditularkan.

” Sehingga nantinya apabila terjadi bencana masyarakat sudah siap apabila membutuhkan pertolongan pada saat terjadi bencana masyarakat lebih gampang,” ungkapnya.Jadi, ungkap dia, nantinya untuk Pilot Project, menurutnya bakal  dilaksanakan di Lumajang dengan dukungan Rumah Sakit ( RS)  Lumajang ada satu Desa sekitar 
sejumlah 50 sampai 100 orang di bantaran sungai nantinya  yang akan dilatih.

“Mudah-mudahan seluruh Rumah Sakit melakukan hal yang sama,dan kegiatan ini memang memberikan banyak pengetahuan termasuk kegiatan dari narasumber hari ini  yang nanti nya akan dibuat modul dan dikembangkan,” paparnya.

Kemudian papar dia, apabila RS Bhayangkara dan Dokkes sudah melaksanakan modul tersebut, menurutnya akan disebar luaskan agar masyarakat tau serta menerapkannya untuk kesiap siagaannya masing- masing, terkait dengan ini, menurut dia.

” BPBD sebagai ujung tombak kesiap siagaan bencana dengan didukung Stakeholder maupun Instansi lainnya diharap mampu mengatasi penanggulangan bencana yang terjadi di masing-masing daerah,” mintanya.

Itu, menurut dia, adalah kepedulian kita bersama untuk membantu masyarakat yang tinggal di wilayah berpotensi terjadi bencana.
” Kalau kita semua sudah peduli maka mereka tahan menghadapi bencana-bencana yang ada, sehingga korban jiwa korban harta benda jauh lebih diminimalkan,” tegasnya.

Olehkarena itu, tegas dia, upaya pencegahan jauh lebih baik daripada waktu terjadi kejadian bencana,” timpalnya ( Gus)