Praktisi & Konsultan Bisnis: Pemkot Batu Lebih Baik Fokus Bantu Sembako

12 May 2020 - 18:31 WIB
Muhamad Rizky Ramdan

BATU (SurabayaPost.id) – Pemkot Batu diingatkan daripada memutuskan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) lebih baik fokus pada bantuan sembako untuk warga Kota Batu. Peringatan tersebut dikatakan Praktisi & Konsultan Bisnis Muhamad Rizky Ramdan, Selasa (12/5/2020).

Menurut Muhamad Rizky Ramdan yang juga mahasiswa S3 UB ini, hal tersebut kalau melihat dari sisi ekonomi masyarakat Batu. Dia menegaskan daripada memutuskan PSBB lebih baik dengan keadaan seperti ini saja.

“Dan yang ada urgensinya adalah bantuan berupa sembako maupun BLT atau jaringan batuan sosial (JPS). “Hal itu yang seharusnya segera dicairkan. Karena itu lebih dibutuhkan masyarakat daripada PSBB,” katanya.

Karena, kata dia, PSBB tentunya nanti akan aktivitas ekonomi tak akan normal seperti ini. Dan perlu diketahui, menurut Rizky seharusnya dilakukan penyisiran atau tes massal saja.

“Mulai dari desa ,dan itu akan didukung oleh Babinsa, Banbin Kamtibmas, dan petugas kesehatan untuk melakukan pengetesan dari desa ke desa.Pengetesan itu,nantinya jika ada warganya yang terpapar Covid, langsung di isolasi dan diberi tanda gelang merah,” sarannya.

Sedangkan yang untuk warga sehat, menurutnya diberi tanda gelang hijau. Itu tujuannya, kata dia agar aktivitas di desa pun supaya tetap berjalan.

“Momentum yang pas, dimana expor – impor buah dari Negara Cina agar tak segila seperti keadaan normal yang kemarin. Sehingga di desa pun dapat peluang di sektor pertanian. Mulai dari apel, wortel, kentang dan buah – buahan seperti jeruk dan sebagainya.Dimana itu komoditas utama batu harusnya segera digenjod lagi,sehingga disimulasikan lagi,” ujarnya.

Selain itu, ujar dia,seperti yang pernah disimulasikan awal, PSBB di di Jalan Sultan Agung maupun di Jalan Imam Bonjol, Kota Batu terkait penutupan Jalan.Menurutnya itu kurang efektif, alasannya karena dilakukan secara tidak total.

“Kalau mau melakukan penutupan Jalan, maupun pengecekan lebih baik ditaruh di pos – pos yang sekiranya strategis di berbagai pintu keluar masuknya kendaraan,”tandasnya.

Seperti halnya, tandas dia, di daerah pujon dan di daerah payung, menurutnya itu perlu dilakukan pengecekan.Dimana mobil yang keluar masuk,dilakukan pengecekan.

“Karena yang menjadi keluar adalah orang – orang dari Kota Besar, khususnya para pemudik perlu dilakukan pengecekan. Seperti di daerah Pujon, Pendem, dan daerah Karangploso itu penting dilakukan pengecekan untuk keluar masuknya kendaraan,” mintanya.

Dengan begitu, menurut dia supaya aktifitas yang ada disini tetap normal, ketika tidak kemasukan orang yang positif Covid, Rizky meyakini aktivitas ekonomi di Kota Batu tetap normal.

“Artinya , ngapain kita harus mencontoh seperti Kota – Kota Besar,seperti Surabaya , Gresik dan Sidoarjo yang notabene memang zona merah.Dari itu,PSBB tersebut sebenarnya Kota Batu tidak perlu tiru – tiru daerah lain,” tegasnya.

Itu, tegas dia, Kota Batu cukup melakukan pengecekan keluar masuk kendaraan dan melakukan pengecekan massal dan identifikasi orang – orang yang positif maupun negatif corona.

“Jadi Pemerintah Kota Batu lebih baik fokus pada pencairan kepentingan sosial berupa BLT maupun sembako, karena ini kebutuhan yang paling mendesak untuk orang – orang yang pada membutuhkan,” jelasnya.

Mereka itu kata dia butuh makan karena sudah tidak bisa kerja. Sehingga bisa beraktifitas lagi.

Menurut mahasiswa UB ini, lebih baik Pemkot Batu memenuhi kebutuhan warga. Terutama yang lagi membutuhkan bantuan.

“Mereka yang sedang menunggu bantuan dari Pemerintah Kota Batu, semoga Pemkot segera bisa bergerak lebih cepat.Dan kita semua bersama warga akan segera mengawal berjalannya bantuan dari Pemkot Batu yang tak kunjung didistribusikan,” pungkasnya (Gus)