Presiden Jokowi Fokus pada SDM, Ketum  HIPIIS: Ini Momentum Bagus 

8 August 2019 - 08:36 WIB
Ketum PP HIPIIS yang juga Mendikbud RI Prof Dr Muhadjir Effendy
Ketum PP HIPIIS yang juga Mendikbud RI Prof Dr Muhadjir Effendy

MALANG  (SurabayaPost.id) – Program   Presiden Jokowi pada periode kedua  bakal fokus pada pembangunan sumber daya manusia  (SDM). Himpunan Indonesia untuk Perkembangan Ilmu-ilmu Sosial (HIPIIS) diminta untuk bisa memberikan sumbangasih terkait program prioritas tersebut.

Permintaan itu disampaikan  Ketua Umum (Ketum) Pengurus Pusat HIPIIS Prof Dr Muhadjir Effendy saat menggelar Konvensi Nasional pertama HIPIIS di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Rabu (7/8/2019).

Muhadjir Effendy menyatakan, tema yang diangkat “Sumbangan Ilmu-ilmu Sosial dalam Pengembangan Sumber Daya Manusia bagi Kemajuan Bangsa” sengaja disinkronkan dengan program pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo periode kedua.

“Saya kira ini momentum bagus, mumpung pembangunan infrastruktur sedang berjalan. Sebaiknya kita (HIPIIS) juga segera memberikan masukan terhadap perkembangan yang sudah terjadi,” imbau guru besar Universitas Negeri Malang  (UM) ini.

Menurut mantan Rektor UMM ini perkembangan yang akan terjadi sebagai dari pembangunan infrastruktur besar-besaran itu perlu diantisipasi. Apalagi, terang dia,  pada periode kedua kepemimpinan Jokowi akan fokus pada SDM.

Dijelaskan dia bila SDM itu bakal mendapat perhatian khusus. Terutama dalam  mengoptimalkan dan mengkapitalisasi serta memultiplayerkan atau melipatgandakan manfaat infrastruktur yang sudah ada.

Itu mengingat,  kata dia, infrastruktur tersebut pada dasarnya baru prasyarat pembangunan. Adapun pembangunan sesungguhnya, terang dia, ketika sudah menyentuh dan menangani manusianya itu sendiri.

“Karena itu kita bisa katakan bahwa pembangunan infrastruktur adalah prasyarat dari pembangunan yang sesungguhnya. Ibarat shalat, infrastruktur itu baru wudhunya, baru menutup auratnya.  Belum shalat itu sendiri. Dan shalatnya itu, ya ketika membangun sumber daya manusia itu sendiri,” tutur Muhadjir.

Menurut Muhadjir, fokus pembangunan SDM, taruhannya lebih besar ketimbang pembangunan infrastruktur itu sendiri. Alasannya karena membangun manusia, tidak bisa “dipanen” dalam waktu yang singkat.

“Itu  mungkin, baru akan bisa dipanen satu atau dua dekade ke depan. Sebab  pembangunan ini akan menjadi masalah ketika, pembangunan sumber daya manusia ini ditunggu-tunggu tidak ada umpan balik atau feedback dari apa yang kita lakukan,” terang Muhadjir.

Makanya, Muhadjir yang juga Wakil Ketua Badan Pembina Harian UMM ini berharap, konvensi HIPIIS  ini betul-betul bisa intens memberikan masukan, kritik, dan saran yang sifatnya konstruktif untuk masyarakat Indonesia.

Khususnya, lanjut dia,  masukan untuk Kabinet Kerja periode kedua. Sehingga  bisa betul-betul sejalan dan seiring dengan cita-cita nasional. “Yakni, menciptakan masyarakat yang adil dan makmur, sesuai dengan cita-cita dari kemerdekaan kita,” ungkapnya.  (aji)