Program Polisi RW Diakui Ampuh Untuk Menekan Angka Kriminalitas

28 December 2018 - 21:46 WIB
Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri SIK MH saat merilis para pelaku kriminalitas di kota Malang.
Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri SIK MH saat merilis para pelaku kriminalitas di kota Malang.

MALANG (SurabayaPost.id) – Program Polisi RW dan Polisi Cinta Tempat Ibadah luar biasa. Sebab, program yang dicanangkan Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri, SIK MH tersebut sangat ampuh menekan angka kriminalitas di Kota Malang.

Kapolres Makota, AKBP Asfuri SIK MH mengakui hal itu saat konferensi pers, Jumat (28/12/2018). Menurut dia, angka kriminalitas di kota Malang menurun tajam.

“Hal itu tak lepas dari program Polisi RW dan Polisi Cinta Tempat Ibadah. Sebab, hasil program tersebut sangat signifikan,” jelas dia.

Asfuri menunjukkan  data di Polres Malang Kota pada tahun 2017 lalu sebanyak 1.527 laporan.  Itu terselesaikan 823 atau sekitar 53,89 persen. Pada tahun 2018 jumlah laporan mencapai 683 dengan penyelesaian mencapai 597 atau sekitar 87 persen.

“Memang ada penurunan untuk tahun 2018 ini. Hal ini tentu saja berkat kerja keras semua anggota bersama instansi terkait. Tak hanya itu, program Polisi RW dan Polisi cinta tempat ibadah juga cukup efektif,” kata Asfuri.

Dikatakan, tugas utama dari Polisi RW ini adalah untuk melakukan monitoring kawasan tertentu, menjalin kedekatan dengan warga masyarakat, menyaring segala informasi, serta menjadi mata dan telinga pimpinan yang bertugas memberikan gambaran situasi di lapangan..

Namun demikian, Kapolresta mengaku, laporan kejahatan pencurian kendaraan bermotor, masih menduduki jumlah laporan kejahatan yang tetap paling tinggi. Bahkan, jika dihitung, dari kedua jenis kejahatan itu, kisaran angkanya bisa mencapai 40 persen dari total kejahatan.

Kendati demikian, kasus Curanmor serta Narkoba, masih menduduki posisi teratas di Kota Malang. Terbukti pada tahun 2017 kasus Curanmor di Kota Malang mencapai 892 laporan  dengan penyelesaian 309, sementara itu pada tahun ini, curanmor mencapai 264 laporan, serta sebanyak 128 terselesaikan.

Pria berpangkat melati dua itu menegaskan, bahwa pada tahun 2019 mendatang pihaknya berjanji akan menekan angka Curanmor serta akan mengungkap bandar narkoba yang hingga kini masih berkeliaran merusak generasi muda di Kota Malang. (lil)