Rektor UMM Lepas 351 Guru Profesional

15 April 2019 - 23:11 WIB
Rektor UMM Dr Fauzan MPd saat melepas guru yang dinyatakan lulus sertifikasi.
Rektor UMM Dr Fauzan MPd saat melepas guru yang dinyatakan lulus sertifikasi.

MALANG (SurabayaPost.id) – Program Studi (Prodi) Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses mencetak 351 guru profesional. Itu setelah mereka dinyatakan lulus sebagai guru terverifikasi dan dilepas Rektor UMM, Dr Fauzan MPd, Senin (15/4/2019).

Mereka merupakan lulusan periode 1 tahun 2019. Rinciannya dari program Prajabatan 97 orang, program Dalam Jabatan 254 orang. Mereka terdistribusi di empat program studi. Yakni PGSD 189 orang, Bahasa dan Sastra Indonesia 25 orang, Bahasa Inggris 76 orang, dan Matematika 61 orang.

Menurut Wakil Dekan I FKIP UMM Dr Sudiran, MHum di hadapan Rektor UMM, Dr. Fauzan, MPd, periode 1 PPG ini telah memiliki statuta legal formal dari Kemenristek Dikti No. 710/1/2018. PPG itu memiliki kewenangan 6 bidang studi.

Itu meliputi PGSD, Matematika, Biologi, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Civic Hukum. Dari keenam program studi, empat diantaranya ditugasi Kemendikbud dan Kemenristek Dikti untuk menyelenggarakan PPG. Dua prodi lainnya tinggal melengkapi beberapa persyaratan.

Penyelenggaraan PPG ini, kata ia, sesuai peraturan perundang-undangan No 14 tahun 2005. Sebab untuk menjadi guru profesional harus menempuh jenjang pendidikan di PPG.

“Oleh karena itu, saat ini bapak dan ibu guru telah naik derajat dari guru biasa menjadi guru profesional. Sebab sudah lulus dari PPG UMM,” ujar Dr Sudiran.

Menurut Sudiran, menjadi seorang guru tidak cukup hanya dengan menguasai 7M yaitu mengajar, membimbing, membina, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi. Tetapi harus mengimbangi persyaratan menjadi seorang guru di era Industri 4.0. Karena, sambung Sudiran, para guru akan bersaing dengan masyarakat global, dan hanya bisa disongsong melalui penguasaan teknologi komunikasi.

Sementara itu Rektor Dr Fauzan MPd dalam pidato sambutannya menyampaikan bahwa guru profesional setidaknya harus memiliki 2 bekal. Disebutkan seperti Filsafat Pendidikan dan Psikologi Pendidikan.

“Itu karena guru berhubungan dengan manusia. Tugas kita adalah mengubah pola pikir atau mindset siswa agar menjadi leader of opinion, leader of change atau seorang pemimpin yang mengedepankan gagasan yang patut dicontoh,” ujarnya.

Sedangkan Sekretaris Prodi PPG Dr Hari Sunaryo, MSi memberikan ucapan selamat pada para guru yang dinyatakan sudah lulus sertifikasi. Dia berharap para guru dari wilayah Jawa Timur, Jawa tengah, Jawa Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, hingga Kabupaten Anambas Kepulauan Riau itu bisa menjalankan tugasnya sebagai guru dengan baik. (aii)