Seorang Guru SMK Negeri, Diketemukan Meninggal Di Asrama Balai Besar Malang

Evakuasi jenazah (ist)
Evakuasi jenazah (ist)

MALANGKOTA (SurabayaPost.id) – Seorang guru Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Boyolangu, Tulungagung, Jawa Timur, diketemukan meninggal dunia di asrama Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Otomotif dan Elektronika (BBPPMPV BOE) Malang, Jawa Timur, pada Jumat (22/07/2022) dini hari.

Korban berinisal J (55), warga Desa Tertek, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur itu, meninggal di kamar Nomor 210 Asrama Kendedes BBPPMPV BOE MALANG atau VEDC  Jl. Teluk Mandar Arjosari, Blimbing Kota Malang pada sekitar pukul 01.45 WIB, Jumat dini hari.

Kapolsek Blimbing, Kompol Yanuar Rizal Ardianto menjelaskan kronologis kejadian. Berawal dari informasi petugas sekuriti BBPPMPV BOE Malang yang memberitahukan adanya orang meninggal mendadak.

Maka pihak pihaknya langsung meluncur ke tempat kejadian perkara (TKP) dan mendapati korban meninggal di kamar Nomor 210.

“Kami koordinasi dengan tim Inafis Polresta Malang Kota dan tak berselang lama tim Inafis melakukan olah TKP,” ujar Rizal sapaan akrab Kapolsek Blimbing, Jumat (22/07/2022).

Anggota Polsek Blimbing, Polresta Malang Kota menunjukan kamar tempat korban meninggal
Anggota Polsek Blimbing, Polresta Malang Kota menunjukan kamar tempat korban meninggal

Dirinya menambahkan, petugas mendapatkan keterangan dari beberapa saksi. Mereka mengatakan bahwa sekitar pukul 01.30 WIB, saat sedang istirahat malam di kamar 220 terbangun.

“Saksi 2 mendengar dengkuran suara korban. Selanjutnya, saksi berniat menghubungi penjaga asrama di ruang reception. Karena tidak ada orang sama sekali, akhirnya Saksi 2 menuju ke pos security dan bertemu dengan Saksi 3 yang selanjutnya bersama-sama ke kamar no. 210 (lantai 2),” terangnya.

Setiba di kamar tersebut, lanjut Kompol Rizal, korban dibangunkan oleh saksi. Namun tidak ada reaksi dan korban diduga sudah meninggal dunia,” bebernya.

Korban selanjutnya dibawa menuju RSSA untuk mendapatkan visum.

“Korban diduga meninggal dunia karena mengidap sakit pencernaan. Di TKP ditemukan obat Promag dan sejenisnya dengan resep dokter,” tuturnya.

Dari keterangan Inafis polresta Malang kota, kata dia, di tubuh korban tidak ada tanda-tanda kekerasan.

Terpisah, Kabag TU – BBPPMPV BOE Malang, Anwar Sidarta saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.

Dijelaskannya, jika korban memang merupakan salah satu guru SMK yang sedang mengikuti Diklat di BBPPMPV BOE Malang.

“Dari informasi pihak keluarga, beliau memang punya riwayat penyakit jantung,” ujarnya.

Anwar pun tak menampik jika korban merupakan guru SMKN 1 Boyolangu Tulungagung. “Siap, inggih Pak. Korban semestinya mengikuti Diklat selama dua minggu. Namun, takdir menjemputnya. Beliau telah meninggal setelah lima hari mengikuti Diklat,” terangnya.

Pihaknya pun mengaku jika saat ini sedang mengantarkan jenazah ke pihak keluarga di Tulungagung.

“Sekarang saya masih mengantarkan jenazah ke Tulungagung,” tandasnya. (tim)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.