Sutiaji Optimis Kota Malang Raih Award  Kota Kreatif

17 June 2019 - 16:16 WIB
Wali Kota Malang Sutiaji
Wali Kota Malang Sutiaji

MALANG  (SurabayaPost.id) – Wali Kota Malang Sutiaji optimistis Kota Malang meraih penghargaan Kota Kreatif di Indonesia. Hal itu dikatakan Wali Kota Malang, Sutiaji saat ditemui usai menghadiri rapat paripurna di Gedung DPRD Kota Malang, Senin (17/6/2019.

Menurut dia Kota Malang masuk nominasi bersama sembilan Kota lainnya. Di antaranya Semarang, Denpasar dan Jepara dan lainnya.

Salah satu faktor yang membuat Sutiaji yakin kota yang dipimpinnya ini dapat meraih award Kota Kreatif adalah seperti yang tertuang dalam misi Kota Malang. Yakni  memiliki daya saing dan membangun ekonomi kreatif.

Menurut Sutiaji, terpilihnya Kota Malang menjadi salah satu nominator Kota Kreatif adalah buah dari kerja keras seluruh elemen Pemkot Malang sejak tahun 2016. Terlebih menurutnya, hal itu juga merupakan jawaban atas perkembangan di Kota Malang yang memiliki generasi dan pengangguran terbuka yang juga cukup tinggi adalah ekonomi kreatif.

“Ini menjawab tantangan bagi kita, bahwa Kota Malang generasinya tinggi, pengangguran terbukanya juga tinggi, bahwa yang bisa menjawab di era digitalisasi seperti saat ini ya ekonomi kreatif,” kata Sutiaji.

Salah satu hal yang semakin membuatnya optimis Kota Malang dapat meraih nominasi tersebut adalah keunggulan di bidang teknologi informasi berbasis multimedia yang menurutnya tidak dimiliki lainnya. Seperti animasi, game, dan pemrograman.

“Rupa-rupanya, yang lain itu hanya berkaitan dengan Kriya (kerajinan tangan), kuliner dan fashion. Dan kita mempunyai keunggulan pada animasi, game dan programer. Memang ada enam subsektor, namun kita didukung oleh kekuatan output mahasiswa yang mempunyai basic IT (Information Technology) itu per tahunnya tidak kurang dari 4.800 dari berbagai perguruan tinggi,” jelas Sutiaji.

Menurutnya hal itu terdapat hubungan linier dengan Malang 4.0 untuk revolusi industri 4.0. Terlebih Sutiaji mengatakan, Pemkot Malang di tahun 2020 telah berkomitmen untuk membangun Rumah Kreatif.

“Kita harus optimis. Hal itu harus disertai pagu indikatif ke depan tahun 2020 kita komitmen dan concern akan membuat rumah kreatif yang nilainya ada Rp 180 miliar,” pungkasnya. (lil)