Target BNI Syariah, DPK Tumbuh 15 Persen

Branch Manager BNI Syariah Malang Zaenal Arifin (tengah) bersama Deputy Regional Head BNI Syariah Jatim, Wahsi Prasodjo

MALANG (surabayapost.id) – BNI Syariah Cabang Malang menargetkan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 15 persen. Target tersebut disampaikan Kepala BNI Syariah Cabang Malang, Zaenal Arifin, Rabu (19/2/2020).

Dijelaskan dia bila penyaluran pembiayaan tahun 2019 sebesar Rp. 575,2 miliar, tumbuh sebesar Rp 38.6 miliar atau 6.71% dibanding tahun 2018 sebesar Rp. 536.6 miliar dengan total 2.307 rekening.

Sedangkan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) tahun 2019 sebesar Rp 888,6 miliar, tumbuh sebesar Rp 109.9 miliar atau sebesar 10.38% dari tahun 2018 sebesar Rp 796,3 miliar dengan total 109.983 rekening.

Zaenal Arifin menunjukkan aplikasi Platform Sekolah Pintar

“Untuk tahun 2020 ini DPK di Malang kami targetkan 15 persen. Guna memenuhi target itu kami siap melakukan terobosan-terobosan,” kata Zaenal Arifin yang diamini Deputy Regional Head BNI Syariah, Wahsi Prasodjo.

Di antara terobosan itu disebutkan seperti melakukan transformasi digital dengan menerapkan metodologi yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan transaksi dan ibadah nasabah. Misalnya memberikan kemudahan bertransaksi dengan pengisian formulir online untuk pembukaan rekening melalui Hasanah Online bro.bnisyariah.co.id.

Selain itu kata dia memberikan kemudahan pengelolaan keuangan melalui Platform Sekolah Pintar (P8P) dengan fitur Kartu Jajan. Student Payment Platform, Portal Informasi Sekolah dan lain-lain.

Disamping itu kata dia terus berupaya meningkatkan kinerja positif di tahun 2020. BNI Syariah mencanangkan tema strategis “Embracing New Opportunities“, dimana BNI Syariah siap meraih peluang-peluang baru demi meningkatkan pertumbuhan bisnis dan menjadi partner yang lebih baik.

Kartu Platform Sekolah Pintar

Menurut Zaenal, berkat peningkatan kinerja itu, BNI Syariah secara nasional mampu mencatatkan Laba Bersih Rp 603,15 miliar pada akhir tahun 2019. Hal itu, naik 44.96% dibandingkan tahun 2018 sebesar Rp 416.08 miliar.

Melalui rilis yang diterbitkan, Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo mengatakan jika kenaikan laba itu didorong oleh ekspansi Pembiayaan dan kenaikan Dana Murah yang optimal. Sehingga rasio efisiensi menjadi Iebih baik dari tahun Ialu.

“Rasio efisiensi yang membaik dapat dilihat dari rasio Beban Operasional dibanding Pendapatan Operasional (BOPO) dan Cost to Income (CIR) yang mengalami penurunan dibanding tahun Ialu. Perbaikan rasio efnsiensi antara Iain diperoleh melalui sinergi BNI Syariah dengan BNI Induk dalam hal Iayanan, operasional perbankan, dan optimalisasi marketing communication,” kata Firman, Jumat (7/2/2020).

Dengan pertumbuhan Laba yang tinggi, BNI Syariah dapat meningkatkan rasio profitabilitas. Itu ditandai dengan meningkatnya ROE (Return on Equity) secara signifikan dari 10.53% menjadi 13,54%. Sementara itu, rasio ROA (Return on Asset) juga naik dari 1,42% menjadi 1,82%.

Dari sisi bisnis, BNI Syariah pada 2019 telah menyalurkan Pembiayaan sebesar Rp 32.58 triliun. naik 15,13% dari posisi 2018 sebesar Rp 28,30 triliun. Komposisi Pembiayaan terbesar disumbang oleh segmen Konsumer sebesar Rp 15.33 triliun (47.1%); segmen Komersial sebesar Rp8,72 triliun (26.8%); segmen Kecil dan Menengah sebesar Rp 6,58 triliun (20.2%).

Dari sisi Liabilitas, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) BNI Syariah pada tahun 2019 mencapai Rp 43,77 triliun, naik 23.31% dibandingkan tahun 2018 sebesar Rp 35,50 triliun. Pertumbuhan tersebut didominasi oleh peningkatan Dana Murah (Giro dan Tabungan) sebesar 39.47% sehingga meningkatkan rasio CASA dari 55.82% menjadi 63.13% di akhir 2019. Pertumbuhan DPK BNI Syariah tersebut juga Iebih tinggi dari pertumbuhan industri sebesar 15.23% year on year (data SPS per November 2019 BUS-UUS).

Jumlah rekening juga meningkat dari tahun 2018 sebesar 3,01 juta menjadi 3.44 juta di 2019. Strategi yang dijalankan diantaranya dengan bekerjasama dengan Institusi. Perguruan Tinggi. Sekolah dan Komunitas.

Karena itu BNI Syariah berkomitmen mengembangkan Ekosistem Halal, dan meningkatkan peluncuran kartu Platinum BNI iB Hasanah Card dengan desain khusus World Heritage Ombilin Coal Mining of SawahLunto. BNI Syariah juga menyelenggarakan beberapa signature events seperti Pelatihan Manajemen Masjid yaitu pengembangan Ekosistem Halal melalui sinergi dengan Masjid dengan peserta sebanyak 3.878 orang dari 2.343 masjid di 20 kota dan Islamic Tourism Expo 2019 yaitu perhelatan pameran haji dan umroh terbesar dan terlengkap di Indonesia. (aji)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.