Thailand Minta Kuota  Mahasiswa Ngajar Ditambah, IBU Malang  Lakukan Seleksi Lagi

11 January 2019 - 14:16 WIB
Lima mahasiswi IBU Malang ini dinyatakan lulus seleksi mengajar di Thailand.
Lima mahasiswi IBU Malang ini dinyatakan lulus seleksi mengajar di Thailand.

MALANG  (SurabayaPost.id) –  Wawww. .. Kuota mahasiswa IKIP Budi Utomo  (IBU) Malang, Jatim  yang bakal dikirim ke Thailand diminta agar ditambah. Permintaan tersebut, menurut Rektor IBU Malang, Dr Nurcholis Sunuyeko merupakan  permintaan langsung dari Yayasan Lukmanulhakeem, Yala, Thailand.

“Dalam pekan ini kami dapat surat dari Yayasan Lukmanulhakeem Thailand. Surat itu dikonfirmasikan via telepon. Isinya mereka minta agar kuota pengiriman mahasiswa ngajar di sana itu ditambah,” kata Rektor Nurcholis Sunuyeko saat didampingi  Kepala Pusat Kerjasama dan Humas IKIP Budi Utomo Malang, Dr Rochsun  MKes, Jum’at (11/1/2019).

Dijelaskan dia sesuai kesepakatan awal, IKIP Budi Utomo Malang ini diminta mengirimkan empat mahasiswanya ke Thailand. Itu, diberangkatkan pada 27 Januari 2019 ini.

Namun, lanjut dia, jumlah mahasiswa yang akan dikirimkan tahap pertama itu diminta ditambah empat lagi. Sehingga, kata Rektor IBU yang akrab disapa Yai ini, total mahasiswa yang harus dikirimkan sebanyak delapan mahasiswa.

“Kami pada seleksi tahap awal ini baru mendapatkan enam mahasiswa yang sudah dinyatakan lolos. Namun karena ada permintaan agar ditambah, kami harus melakukan seleksi lagi,” jelas dia yang diamini Sekretaris Pusat Kerjasama dan Humas IKIP Budi Utomo Malang, Jazuli MPd.

Sekretaris Pusat Kerjasama dan Hubungan Masyarakat IKIP Budi Utomo Malang, Jazuli M.Pd saat melakukan tes baca alquran, bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia pada Hilma Zuroida.
Sekretaris Pusat Kerjasama dan Hubungan Masyarakat IKIP Budi Utomo Malang, Jazuli M.Pd saat melakukan tes baca alquran, bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia pada Hilma Zuroida.

Yai menjelaskan bahwa enam mahasiswa yang sudah dinyatakan lolos itu harus lulus tiga tahapan.  Yakni lulus seleksi ketrampilan Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia lewat tim penguji Jazuli, M.Pd. Sedangkan ketrampilan mengajar,  Dr Mukarom, MHum dan tim penyeleksi ketrampilan membaca Al Quran oleh Kepala Pusat Kerjasama dan Hubungan Masyarajat, Dr Rochsun, MKes.

Menurut Yai, kebetulan yang dinyatakan lulus seleksi itu semuanya mahasiswi. Kebetulan juga, tegas Yai, mereka berasal dari Jurusan  Pendidikan Bahasa Inggris, Jurusan Sastra dan Bahasa Indonesia.

Di antara mereka adalah Eka Akhmaliatul Janah (Bahasa dan Sastra Indonesia), Nuria Ulfa Eka Juli Yanti, Wempi Sisilia Huda   (Bahasa Inggris), Ida Liyatul Ulyah, Khumaini Maulida (Bahasa dan Sastra Indonesia) dan Hilma Zuroida (Pendidikan Bahasa Inggris).

Sedangkan dua mahasiswa yang akan melengkapi kuota tahap pertama itu, kata Yai, akan segera dilakukan seleksi lagi. Sehingga, sebelum pemberangkatan  ke Thailand, sudah ada delapan mahasiswa yang siap dikirim.

Sementara itu, para mahasiswa yang dinyatakan lolos seleksi mengajar di Thailand terlihat senang dan bangga. Terutama Eka Akhmaliatul Janah dan  Hilma Zuroida.

Hilma yang mahasiswi  jurusan Bahasa Inggris semester 5 ini bahkan mengaku  kaget. Sebab, tidak ada firasat lolos. “Tadi bayangan saya ke kampus  IBU ya hanya sebatas wawancara. Alhamdulillah saya ternyata dinyatakan lolos,” kata dia bangga usai diwawancarai Jazuli yang juga Panitia Seleksi mahasiswa ngajar di Thailand.

Hilma Zuroida tidak muluk-muluk bila nanti sudah ngajar di Thailand.  “Tujuan saya kesana mengambil apa yang bisa saya ambil dari sana dan memberi apa yang bisa saya berikan ke Thailand,” papar mahasiswi asal Gondanglegi, Kabupaten Malang itu yang diamini Eka Akhmaliatul Janah. (lil)