Tingkatkan IPM, Pemkot Malang Bangun SMPN 28 Senilai Rp 7,458 Miliar

30 June 2021 - 09:24 WIB
Wali Kota Sutiaji melakukan peletakan batu pertama pembangunan SMPN 28 Kota Malang.

MALANG (SurabayaPost.id) – Peningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) diakui sangat penting. Untuk  itu Pemkot Malang membangun SMPN 28 di Jalan Sadewa Kelurahan Polehan, Kecamatan Blimbing. 

Wali Kota Malang Drs H Sutiaji meletakkan batu pertama pembangunan gedung sekolah negeri tersebut. Dia menjelaskan bahwa  fasilitasi sarana dan prasarana pendidikan sangat dibutuhkan. 

“Lama belajar di sekolah kita, harus  tetap kita kuatkan. Itu karena IPM kita menjadi nomor dua setelah Kota Surabaya,” ujarnya (30/6/2021).

“Pembangunan itu berhasil atau tidaknya dari segi IPM. Salah satu komponen IPM (Indeks Pembangunan Manusia) itu adalah masalah belajar,” Sambung Sam Sutiaji panggilan akrab Walikota Malang.

Detik-detik peletakan Batu pertama di SMPN 28, Wali Kota Sutiaji memberikan beberapa arahan dan harapan.

Hadir dalam kegiatan ini ketua komisi D DPRD Kota Malang H. Wanedi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang. Suwarjana, SE, MM, Camat Blimbing Aryadi Wardoyo, S.STP, M.Si. dan tokoh masyarakat kelurahan Polehan. Pembangunan sarpras (sarana dan prasarana) SMPN 28 yang bersebelahan dengan SDN Polehan 2 ini akan ditargetkan selesai dalam akhir tahun 2021 ini. Pada Bulan Januari 2022 Sarpras SMPN 28 bisa dimanfaatkan. 

Walikota Sutiaji menyampaikan penguatan literasi yang selaras dalam tingkah laku peserta didik. Pendidikan yang baik diharapkan akan menjadi faktor pendukung utama dalam kesuksesan pembangunan.  “PR (red. Pekerjaan Rumah) kita itu adalah Bagaimana anak-anak kita dan bagaimana kita ini antara literasi, pengetahuan, ucapan dan tindakan ada korelasinya,” tambahnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang Suwarjana menyampaikan bahwa pembangunan sekolah itu di atas lahan 2.700 meter persegi. Sedangkan  luas bangunannya 3.100 meter persegi.  Pembangunan sekolah Itu dengan nilai kontrak sebesar Rp 7.458.163.000.

“Pembangunan terdiri dari 2 lantai, dengan ruang UKS, ruang Komite, ruang kepala sekolah. Selain itu, ruang guru, Lab IPA dan ruang belajar  sebanyak 14 kelas,” tambahnya. (Lil)