Tuntut Kades Ngepung Dicopot, Warga Siap Lapor ke Presiden Jokowi

1 April 2019 - 20:05 WIB
Beberapa perwakilan warga Desa Ngepung.

NGANJUK (surabayapost.id) – Warga Desa Ngepung, Kecamatan Patianrowo, Nganjuk berencana menemui Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Hal itu dilakukan terkait pelantikan Kades Ngepung Wahyu Hendra Saputra yang dinilai cacat hukum dan menyalahi mekanisme pelaksanaan pilkades.

Suyadi, perwakilan warga Desa Ngepung mengatakan, dirinya bersama beberapa warga Desa Ngepung berencana berangkat ke Jakarta untuk menemui Presiden Jokowi pada Selasa (2/4/2019) pagi. “Kami akan berangkat pagi hari,” ujarnya saat dikonfirmasi surabayapost.id via ponselnya Senin (1/4/2019).

Ia menyebutkan, sedikitnya 40 perwakilan warga Desa Ngepung telah bersiap berangkat ke Jakarta. Dirinya berharap Presiden Jokowi bisa menerima rombongan warga Desa Ngepung dan mengabulkan tuntutan untuk menganulir pelantikan Wahyu Hendra Saputra sebagai Kades Ngepung dan melakukan pilkades ulang. “Kami akan long march menuju Jakarta,” jelasnya.

Menurut Suyadi, tuntutan ini dilakukan sebagai bentuk tindak lanjut atas aksi warga beberapa waktu lalu yang ternyata tidak mendapatkan respon dari Bupati Nganjuk. “Menganulir pelantikan dan melakukan pilkades ulang,” ujarnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, puluhan warga Desa Ngepung, Kecamatan Patianrowo, Nganjuk meluruk kantor Bupati Nganjuk pada 23 Maret kemarin. Mereka mendesak agar Bupati Nganjuk Novi Hidayat menganulir pelantikan Wahyu Hendra Saputra sebagai Kades Ngepung.

Selain itu, warga juga meminta agar digelar pilkades ulang di Desa Ngepung. Pelantikan Wahyu Hendra Saputra sebagai Kades Ngepung sendiri dilakukan di Pendopo Pemkab Nganjuk pada Februari lalu. (ony/fan)