Wabah PMK Merebak, Ketua Koperasi KMMK Brau : Jaga Kebersihan, sejumlah 700 Ekor Sapi Perah Aman 

15 May 2022 - 17:29 WIB

BATU (SurabayaPost.id) – Antisipasi merebaknya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak. Ketua Koperasi Margo Makmur Mandiri (KMMM) di Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Muhammad Munir, megatakan terus terus waspada dan sering melakukan koordinasi dengan para peternak.

“Mengingat warga Dusun Brau ini 98 persen menggantungkan hasil dari susu sapi. Dari sejumlah 160 keluarga, 98 persen peternak sapi,  populasi sebanyak 700 ekor sapi perah. Setiap harinya menghasilkan sekitar 5000 liter susu kita kirim ke PT Indo Lakto,” kata Munir, Minggu (15/5/2022).

Dengan merebaknya wabah PMK yang menyasar pada hewan ternak ini, menurutnya, di Dusun Brau saat ini masih aman.

“Kita bersyukur karena kondisi saat ini masih aman, dan tidak ada satupun hewan ternak warga yang terinfeksi wabah PMK. Kita pertahankan untuk antisipasi dengan sering melakukan pertemuan oleh para peternak,” ungkapnya.

Langkahnya, ungkap dia, selalu menjaga kebersihan, mulai dari  sanitasi, kandang ternak dan alat – alat perah.

“Kemudian warga kita himbau dan kita anjurkan untuk sementara ini supaya tidak mendatangkan sapi dari luar wilayah, antisipatisi dan  mencegah wabah PMK. Kemudian terus dilakukan penyemprotan disinfektan dikandang – kandang,” ujarnya.

Selain itu, ujar dia, juga mencegah interaksi dengan wilayah yang terkonfirmasi PMK.

“ni terus kita pantau karena hasil susu tersebut kita kirim ke PT Indolakto, Kabupaten Sidoarjo, di PT itu sangat ketat dan teliti, terlebih lagi adanya wabah PMK ini,” lanjutnya.

“Indikasi sapi yang terinfekai wabah PMK, mulai dari kuku luka, lepas dan mulut mengeluarkan air liur yang berlebihan. Kemudian luka – luka lebam dimulut, kalau sudah seperti itu, pasti mengurangi nafsu makan dan minum. Disitu tubuhnya hewan – hewan tersebut, akan lemah,” tandasnya.

Olehkarena itu, Munir menghimbau kepada para peternak agar selalu waspada.

“Kewaspaan yang perlu ditingkatkan. Ketika hewan – hewannya terlihat ada gejala – gejala yang saya sebut tadi, segera koordinasi agar bisa ditabgani cepat sebelum menjalar pada peternak – peternak yang lain,” pungkasnya (gus)