Usir Wartawan, Legalitas Among Tani Foundation Dipertanyakan

9 September 2019 - 23:40 WIB
Wali Kota Batu Hj Dewanti Rumpoko pose bersama panitia Batu Cable Car's Gathering dari Among Tani Foundation di Balaikota Among Tani Kota Batu.

BATU (SurabayaPost.id) – Among Tani Foundation menggelar  Batu Cable Car’s Gathering di Gedung Graha Pancasila, Balaikota Among Tani, Kota Batu, Senin (9/9/2019). Dalam kegiatan yang dihadiri Wali Kota Dewanti Rumpoko bersama Muspida sempat terjadi insiden pengusiran terhadap belasan wartawan. 

Mereka dilarang masuk ruang kegiatan. Alasannya karena tak diundang. Sehingga, sempat terjadi perdebatan antara beberapa wartawan  dan pihak panitia. 

Wartawan yang dilarang masuk untuk meliput acara gathering tersebut merasa dihalang-halangi. Sebab, kegiatan tersebut menggunakan fasilitas milik negara. 

Beberapa wartawan neninggalkan tempat pelaksanaan Batu Cable Car’s Gathering di Balaikota Among Tani Batu setelah dilarang meliput kegiatan tersebut.

Apalagi, belasan  wartawan yang dilarang itu setiap harinya melakukan peliputan di wilayah Pemkot Batu. Itu terjadi saat beberapa wartawan hendak memasuki tempat kegiatan kegiatan Among Tani Foundation bertajuk  Batu Cable Car’s Gathering. di Gedung

“Mas, maaf wartawan dilarang masuk kalau tidak ada undangan,” ucap salah satu panitia yang menjaga di depan pintu masuk, ruang Graha Pancasila, Senin, (9/9/2019). 

Pelarangan tersebut sangat disesalkan Ketua PWI Malang Raya, M Ariful Huda. Menurut wartawan senior ini, pelarangan tersebut seharusnya tak perlu terjadi.  

“Dalam mencari informasi untuk  peliputan tidak ada batasan bagi wartawan.  Selama itu untuk kepentingan publik.Itu sah – sah saja untuk melakukan peliputan. Apalagi menggunakan fasilitas milik negara,” kata M Ariful Huda. 

Menurut pria  yang akrab disapa  Arif ini, kalau dibatasi berarti telah menghalang-halangi tugas wartawan. Itu, kata dia, melanggar Undang-undang Pokok Pers. Mestinya, kata dia,  panitia kooperatif dengan media. Apalagi kontek nya itu untuk kepentingan publik. 

“Kalau wartawan dihalanf-halangi apalagi sampai diusir tidak boleh meliput, maka kegiatan Among Tani Foundation yang menggunakan fasilitas negara patut dipertanyakan.  Ada apa? Apakah Among Tani Foundation itu LSM atau Ormas. Atau apa keterkaitannya dengan Pemkot. Apa yayasan itu milik Pemkot Batu?,” kata dia.

Selain itu,  terang dia, dalam gathering tersebut apa yang dibahas. “Kalau  memang wartawan tidak diperbolehkan, itu perlu diketahui alasannya apa.Sebenarnya, apapun kalau memang tujuannya baik kan gak ada masalah,” tegasnya.

Makanya, tegas dia, kalau legiatan itu dilarang diliput wartawan, perlu dipertanyakan. “Ada apa dibalik semua kegiatan itu,” tanya Arif.

Hal senada juga dikatakan mantan wartawan, Kayat Hariyanto. Menurutnya, selama menjalankan tugas sebagai wartawan di Kota Batu   tidak pernah terjadi.

“Liputan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono satu berkunjung ke Kota Batu tidak ada pelarangan. Paspampres  hanya memeriksa barang yang dibawa wartawan,” kata dia mbandingkan. 

Makanya, Kayat Hariyanto merasa aneh dengan sikap panitia Batu Cable Car’s Gathering dari Among Tani Foundation. “Aneh karena yang digunakan fasilitas gedung negara yang dibangun dari uang rakyat,” tandas Kayat heran.

Dia juga merasa heran karena Among Tani Foundation itu merupakan yayasan. Itu, terang dia, tidak ada kaitan dengan Pemkot Batu. 

 “Saya juga tidak tahu secara kelembagaan soal Among Tani Foundation itu. Apakah itu merupakan yayasan?  Kalau yayasan apakah sudah memiliki badan hukum. Lalu apa kaitannya dengan Pemkot Batu. Lantas siapa saja yang terlibat di dalamnya. Visi dan misinya apa? Itu harus dijelaskan ke publik. Sehingga masyarakat tahu dan paham soal keberadaan Among Tani Foundation itu,” kata dia. 

Sementara itu, Kabag Humas Pemkot Batu, Suliyanah  saat dikonfirmasi ngaku kaget dengan adanya insiden pengusiran terhadap beberapa wartawan itu. Menurut dia, memang yang diundang panitia hanya 15 wartawan. 

Namun, lanjut dia, humas sudah memberikan konfirmasi bila ada 34 media yang menjalin kerja sama dengan Pemprov. Kota Batu. Sehingga, wartawan boleh melakukan peliputan. 

Di silsi lain  dia mengakui bila Wali Kota Batu Dra.Hj Dewanti Rumpoko hadir di acara  Batu Cable Car’s Gathering yang diselenggarakan Among Tani Foundation itu. Selain itu, Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan Eddy Soepadmo, Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto, Pabung Kodim 0818 Batu-Malang Mayor Arm.Choirul Effendi.

Selain itu  Anggota DPRD Kota Batu, Sekda beserta pimpinan OPD Kota Batu. Begitu juga   CEO Among Tani Foundation Ganisa Pratiwi dan jajaran pengurus Among Tani Foundation, LVRI Batu, serta 200 kelompok masyarakat Kota Batu.

“Kegiatan ini mengundang masyarakat Kota Wisata Batu untuk sosialisasi rencana pembangunan Cable Car di Kota Wisata Batu. Karena cable car ini menjadi satu satunya pilihan yang tepat untuk diaplikasikan di Kota Batu dalam menambah geliat pariwisata di Kota Batu,” tutur dia. 

Tujuannya, lanjut dia,  untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Batu, pertumbuhan sektor pariwisata serta penyelarasan moda transportasi yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi secara nasional. Makanya, kata dia, Wali Kota Batu Dra.Hj.Dewanti Rumpoko dalam sambutannya mengatakan bahwa setelah dilaksanakan survei, sangat memungkinkan Kereta Gantung dibangun di Kota Batu. 

“Untuk keamanan dan ketangguhan, dipilih Perusahaan asal Austria Doppelmayr/Garaventa. Beliau juga menyampaikan dengan sistem saham,  diharapkan yang memiliki saham terbesar adalah Masyarakat Kota Batu sendiri,” katanya. 

Masyarakat menurut dia  akan diberikan kesempatan dan kebebasan mau menyumbang berapapun untuk kereta gantung itu. “Beliau juga sudah berkonsultasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk teknis pengelolaan saham,” jelasnya. 

Rencananya, kata dia, Kereta Gantung akan dibangun sepanjang 14 KM dalam 5 tahap. Namun, untuk tahap pertama, akan dibangun kira-kira 4-5 KM dengan 2 stasiun utama dan 3 sub stasiun. 

“Pada tahun 2019 untuk masa perencanaan, tahun 2020 mulai pembangunan selama satu tahun setengah dan pada 2021 Kereta gantung akan dioperasikan. Dengan konsep bisnis yang mempergunakan tiket, ruang iklan, ruang komersial dan ekosistem digital, diharapkan Kereta gantung ini dapat mendukung kegiatan ekonomi kreatif, pertanian dan kepariwisataan, sekaligus menyediakan lahan pekerjaan baru bagi Masyarakat Kota Batu,” kata dia 

Kendati demikian, dia tak menjelaskan apa peran dan fungsi Among Tani Foundation terkait pembangunan kereta gantung tersebut.  Begitu juga terkait dengan Batu Cable Car’s Gathering yang tak semua wartawan diperbolehkan melakukan peliputan di acara tersebut.    (gus)