MALANG (SurabayaPost.id) – Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya (UB) terus memperkuat langkah internasionalisasi guna meningkatkan daya saing lulusan di tingkat global. Hal ini diwujudkan melalui pengembangan Kelas Internasional dan program Joint/Double Degree untuk jenjang Sarjana (S1), Magister (S2), dan Doktoral (S3).
Dekan FIA UB, Prof. Dr. Hamidah Nayati Utami, S.Sos., M.Si, menjelaskan bahwa penguatan kelas internasional merupakan bagian dari visi dan misi universitas dalam membangun jejaring akademik dan reputasi global.
“Daya saing di tingkat global adalah target kami. Melalui kerja sama akademik dengan universitas luar negeri, mahasiswa mendapatkan pengalaman akademik lintas negara dan memperluas perspektif ilmu administrasi global,” kata Prof. Hamidah, dalam Konferensi Pers Pengembangan Kelas Internasional dan Double Degree di FIA UB pada Kamis (12/3/2026).

Menurutnya, Program Double Degree FIA UB bekerja sama dengan tiga universitas mitra utama, yaitu Master of International Community Development di Victoria University (Australia), Graduate School of Asia Pacific Study di Ritsumeikan Asia Pacific University/APU (Jepang), dan National Graduate Institute for Policy Studies atau GRIPS (Jepang).
Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Akademik FIA UB, Dr. Fadillah Amin, M.AP., Ph.D., mengungkapkan bahwa program Joint/Double Degree ini telah berjalan aktif dan mencetak banyak lulusan. “Tahun ini, ada tujuh mahasiswa yang mengikuti program Double Degree. Mereka akan berangkat studi ke Jepang pada September 2026. Sementara untuk tahun lalu, ada enam mahasiswa yang sebagian berangkat ke Victoria University di Melbourne,” ungkapnya.
Program ini terbuka untuk mahasiswa penerima beasiswa Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) yang bekerjasama dengan Japan International Cooperation Agency, dan dengan Australian Awards. Mahasiswa juga dapat memilih kampus tujuan studi yang sudah menjadi mitra UB.

Sementara Ketua Program Studi Magister Administrasi Bisnis (MAB) FIA UB, Prof. Andriani Kusumawati, menyatakan komitmennya untuk segera menjalankan skema double degree bagi mahasiswa MAB, menyusul kesuksesan yang telah diraih oleh Magister Administrasi Publik (MAP).
“Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya mendapat ilmu akademis, tetapi juga keahlian yang tidak bisa didapatkan di ruang kelas biasa. Mereka memiliki kesempatan untuk mengenal budaya lain, membangun jaringan, dan mendapatkan nilai jual (nilai plus) serta softskill unggul,” tambah Prof. Andriani.
Dengan demikian, FIA UB berharap dapat meningkatkan daya saing lulusan di tingkat global dan memperluas jejaring akademik dengan universitas-universitas top dunia. (lil).
