MALANGKOTA (SurabayaPost.id) – Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menekankan pentingnya semangat kolaborasi dan sinergi seluruh elemen masyarakat dalam membangun Kota Malang ke depan. Hal ini disampaikannya dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Malang dalam rangka memperingati HUT ke-112 Kota Malang, Rabu (1/4/2026).
Wahyu menyampaikan capaian pembangunan yang ada saat ini merupakan hasil keterpaduan gerak bersama seluruh pihak sehingga sudah banyak capaian dan prestasi yang diraih. Namun, ia juga mengakui bahwa Kota Malang masih menghadapi berbagai tantangan besar.
“Melalui komitmen kolaborasi dan koordinasi yang erat, saya yakin program strategis di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi kreatif, pariwisata, hingga tata ruang kota akan berjalan optimal,” ujar Wahyu.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, menegaskan masih banyak persoalan yang belum tuntas dan perlu menjadi perhatian bersama. Ia menyoroti sejumlah persoalan krusial seperti kemiskinan, banjir, kemacetan, serta isu perempuan dan anak yang dinilai membutuhkan penanganan lebih serius.
“Catatan pasti banyak. Dari pendapat fraksi, rekomendasi-rekomendasi, hingga evaluasi kebijakan sudah kami sampaikan, termasuk saat HUT DPRD sebelumnya,” ujarnya.
Amithya menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pembangunan Kota Malang ke depan kota. Menurutnya, pendekatan gotong royong antar seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci, terutama di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
“Kalau tidak ada koordinasi yang baik, itu akan boros energi, biaya, dan program. Tapi sasarannya itu-itu saja. Jadi harus ada sinergi yang nyata,” jelasnya.
Persoalan Krusial yang Perlu Diperhatikan:
- Kemiskinan
- Banjir
- Kemacetan
- Isu perempuan dan anak

DPRD Kota Malang juga mengaku telah melakukan berbagai langkah efisiensi internal, seperti pengurangan perjalanan dinas, penghematan operasional, hingga efisiensi penggunaan bahan bakar minyak (BBM).
“Kami di dewan sudah melakukan efisiensi, baik perjalanan dinas, pelayanan, hingga makan minum. Termasuk BBM juga sudah,” kata Amithya.
Amithya menambahkan, pihaknya juga terus mendorong perangkat daerah lain untuk melakukan langkah serupa. Meski demikian, ia mengakui masih diperlukan evaluasi lanjutan untuk memastikan efisiensi berjalan optimal di seluruh lini pemerintahan.
“Evaluasi pasti terus dilakukan, karena masih ada yang perlu kita dorong lagi,” pungkasnya. (lil).
