MALANGKOTA (SurabayaPost.id) – Alun-Alun Tugu, Balai Kota Malang, bakal jadi lautan massa Sabtu 20/6/2026. Ribuan orang dari berbagai latar dijadwalkan hadir dalam Aksi Damai Dukungan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Yang turun bukan cuma satu kelompok. Ada mitra program, relawan, petani pemasok pangan, pelaku UMKM, penyedia jasa, sampai kelompok masyarakat lain yang selama ini ada di rantai program MBG.
Bagi mereka, aksi damai ini ruang ekspresi. Ruang untuk warga yang merasakan langsung manfaat program pemerintah, terutama yang berkaitan dengan pemberdayaan ekonomi rakyat, penguatan UMKM, peningkatan kesejahteraan petani, dan peningkatan kualitas SDM lewat MBG.
Djoni Sudjatmoko, inisiator aksi, menegaskan dukungan ini muncul dari pengalaman nyata di lapangan.
“Selama ini yang sering terlihat di media sosial adalah suara-suara yang menolak atau mengkritisi program pemerintah. Namun di lapangan, banyak masyarakat yang merasakan langsung manfaat berbagai program tersebut. Mereka bekerja, berusaha, dan tumbuh bersama kebijakan yang berpihak kepada rakyat kecil,” tegas Djoni dalam konferensi pers, Jumat (19/6/2026).
Menurutnya, warga yang hadir bukan karena faktor figur tertentu. Tapi karena yakin program pemerintah saat ini memberi dampak positif ke ekonomi masyarakat bawah. MBG misalnya, dampaknya berantai: dari petani, peternak, nelayan, sampai UMKM lokal yang jadi pemasok.

Gandung, salah satu panitia pelaksana, berharap pemerintah tetap fokus menjalankan program pembangunan yang sudah direncanakan. Sekaligus terus buka ruang dialog dan evaluasi.
“Kami mendukung karena melihat manfaatnya. Dukungan ini bukan bentuk fanatisme kepada individu tertentu, tetapi karena kami menilai program-program yang dijalankan memiliki keberpihakan kepada masyarakat bawah, petani, nelayan, dan UMKM. Dukungan yang kami berikan adalah dukungan yang lahir dari pengalaman dan pertimbangan yang rasional,” ucap Gandung.
Ia menambahkan, apel ini momentum untuk menunjukkan bahwa partisipasi publik tak melulu kritik. Ada juga dukungan konstruktif untuk program yang dinilai memberi manfaat luas.
Dalam konteks pembangunan nasional, kolaborasi pemerintah dan masyarakat jadi faktor penting. Tujuannya: kesejahteraan rakyat, ketahanan pangan, dan pertumbuhan ekonomi inklusif.
Lewat semangat gotong royong dan partisipasi aktif, program strategis nasional seperti MBG diharapkan berjalan lebih efektif. Ujungnya: manfaat benar-benar dirasakan seluruh lapisan masyarakat, khususnya kelompok ekonomi kecil yang jadi tulang punggung perekonomian bangsa. (lil).
