Bekali Generasi Muda Cinta Tanah Air, Polresta Malang Kota Gencar Sosialisasi Anti-Radikalisme di Sekolah

Bekali Generasi Muda Cinta Tanah Air, Polresta Malang Kota Gencar Sosialisasi Anti-Radikalisme di Sekolah. (ist).
Bekali Generasi Muda Cinta Tanah Air, Polresta Malang Kota Gencar Sosialisasi Anti-Radikalisme di Sekolah. (ist).

MALANGKOTA (SurabayaPost.id) – Polresta Malang Kota terus menggencarkan sosialisasi pencegahan radikalisme di lingkungan sekolah sebagai upaya membekali generasi muda dengan karakter cinta Tanah Air dan wawasan kebangsaan.

Kali ini, edukasi kebangsaan menyasar sekitar 120 siswa kelas V MI Khadijah Malang, Selasa (3/11/2026).

Kegiatan tersebut disampaikan langsung oleh Aiptu Indah Sovyana, anggota Seksi Hukum (Sikum) Polresta Malang Kota yang juga tergabung dalam Tim Psikologi Polresta Malang Kota.

Di hadapan ratusan siswa, Aiptu Indah mengajak para pelajar untuk memahami pentingnya menjaga persatuan, menghargai perbedaan, serta membangun karakter yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila dan perdamaian.

“Generasi muda harus dibekali sejak dini dengan rasa cinta Tanah Air. Toleransi, saling menghormati, dan menjaga kerukunan di tengah keberagaman adalah kunci untuk mencegah masuknya paham radikal,” ujar Aiptu Indah.

Dalam sosialisasi tersebut, para siswa diberikan pemahaman tentang bahaya paham radikalisme, ciri-ciri sikap intoleran, pentingnya anti-rasisme, serta bahaya perundungan atau diskriminasi di lingkungan sekolah.

Mereka juga diedukasi agar bijak dalam menyaring informasi dan tidak mudah terpengaruh oleh ajakan negatif, terutama dari media sosial.

Dengan pendekatan komunikatif dan bahasa yang disesuaikan dengan usia peserta, materi disampaikan secara interaktif agar mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Aiptu Indah menjelaskan, pencegahan radikalisme harus dimulai sejak usia dini, karena pada masa itulah pembentukan karakter, pola pikir, dan sikap sosial anak mulai berkembang melalui pendidikan dan lingkungan pergaulan.

“Anak-anak perlu dibiasakan mencintai Tanah Air, menghormati teman yang berbeda, tidak melakukan diskriminasi atau perundungan, serta mengedepankan sikap damai. Perbedaan bukan alasan untuk saling membenci, melainkan harus menjadi kekuatan untuk menjaga persatuan,” tegasnya.

Ia menambahkan, bekal pemahaman sejak dini diharapkan mampu membentuk pribadi yang terbuka, peduli sosial, tidak mudah terprovokasi, serta mampu membedakan informasi positif dan negatif, sehingga mampu menangkal pengaruh paham radikal.

Tak berhenti di tingkat SD, Polresta Malang Kota menegaskan akan terus melanjutkan program edukasi kebangsaan dan anti-radikalisme secara berkelanjutan ke jenjang SMP, SMA sederajat hingga lingkungan kampus.

“Pencegahan radikalisme akan terus kami lanjutkan ke sekolah-sekolah lainnya. Sasarannya tidak hanya siswa SD, tetapi juga SMP, SMA sederajat hingga lingkungan kampus. Kami ingin generasi muda tumbuh dengan karakter cinta Tanah Air, menghargai keberagaman, dan memiliki semangat menjaga persatuan,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, Polresta Malang Kota berharap para pelajar dapat tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, berwawasan kebangsaan, menjunjung tinggi toleransi, serta menolak segala bentuk rasisme, intoleransi, dan kekerasan. (lil).

Baca Juga:

  • Nyaris Bakar Massa Aksi, 13 Pemuda Pembawa Molotov di Tugu Malang Diciduk Polisi
  • 38 Kasus Dibongkar, 50 Penjahat Ditangkap! Ini Hasil Operasi Sikat Semeru 2026 Polresta Malang Kota
  • Detik-Detik Polresta Malang Kota Gagalkan Percobaan Bunuh Diri Remaja di Alun-Alun Merdeka
  • Setetes Darah Sejuta Harapan, Polresta Malang Kota Gelar Donor Darah di HUT Humas Polri ke-75