Sahabat Tuli Mengaji, Membuka Akses Belajar Al-Qur’an Bagi Teman Tuli

Sahabat Tuli Mengaji, Membuka Akses Belajar Al-Qur’an Bagi Teman Tuli. (Sumber BMM).
Sahabat Tuli Mengaji, Membuka Akses Belajar Al-Qur’an Bagi Teman Tuli. (Sumber BMM).

SURABAYA (SurabayaPost.id) – Kesempatan untuk mempelajari Al-Qur’an merupakan hak setiap orang. Termasuk untuk mereka yang mengalami keterbatasan pendengaran. Karena bagi teman tuli, proses mendengarkan dan mempelajari Al-Qur’an membutuhkan cara yang dapat menjembatani mereka dalam berkomunikasi.

Melalui pendekatan pembelajaran Al-Qur’an yang inklusif, LAZIS PLN Nusantara Power Service menginisiasi program “Sahabat Tuli Mengaji” yang bekerja sama dengan Baitulmaal Muamalat (BMM) sebagai mitra pelaksana program.

Program ini menjadi langkah nyata dalam memperluas akses pendidikan keagamaan sekaligus memperkuat keberadaan Kelompok Pengajian Sahabat Tuli. Melalui pendekatan pembelajaran yang menyesuaikan kebutuhan komunikasi peserta, kegiatan ini memberikan kesempatan bagi Sahabat Tuli untuk belajar, berinteraksi, serta membangun kedekatan dengan nilai-nilai Al-Qur’an dalam lingkungan yang nyaman dan saling mendukung.

Salah satu materi utama yang diperkenalkan dalam kegiatan ini adalah pembelajaran Al-Qur’an Isyarat. Metode tersebut menjadi jembatan komunikasi yang membantu peserta mengenal dan memahami pesan-pesan Al-Qur’an melalui pendekatan visual dan bahasa isyarat. Dengan demikian, proses belajar tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga memastikan setiap peserta memperoleh kesempatan yang setara untuk memahami ajaran agama sesuai dengan kebutuhan mereka.

Sahabat Tuli Mengaji, Membuka Akses Belajar Al-Qur’an Bagi Teman Tuli. (Sumber BMM).
Sahabat Tuli Mengaji, Membuka Akses Belajar Al-Qur’an Bagi Teman Tuli. (Sumber BMM).

Bagi komunitas tuli, ruang belajar yang inklusif memiliki makna lebih dari sekadar tempat untuk memperoleh pengetahuan. Didalamnya terdapat kesempatan untuk membangun kepercayaan diri, memperkuat solidaritas, dan menumbuhkan keberanian untuk terus berkembang. Penguatan Kelompok Pengajian Sahabat Tuli diharapkan mampu menjadi wadah pembelajaran bersama yang mendorong tumbuhnya komunitas yang semakin mandiri, berdaya, dan memiliki akses lebih luas terhadap pendidikan keagamaan.

Sinergi LAZIS PLN Nusantara Power Service dan BMM dalam program ini sekaligus menegaskan bahwa kepedulian sosial perlu diwujudkan melalui tindakan yang memberikan akses dan kesempatan bagi seluruh lapisan masyarakat. Kolaborasi antar lembaga tidak hanya menghadirkan dukungan terhadap kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan sosial yang lebih terbuka terhadap keberagaman dan kebutuhan penyandang disabilitas.

Melalui Sahabat Tuli Mengaji, LAZIS PLN Nusantara Power Service bersama BMM berharap semakin banyak ruang pembelajaran yang mampu merangkul seluruh kalangan tanpa terkecuali. Sebab, inklusivitas bukan sekadar menghadirkan kesempatan untuk ikut serta, melainkan memastikan setiap individu dapat belajar, bertumbuh, dan merasakan manfaat yang sama. Dari ruang mengaji yang sederhana, tumbuh pesan besar bahwa keterbatasan komunikasi bukanlah penghalang untuk mendekatkan diri kepada Al-Qur’an dan menebarkan kebaikan. (lil).

Baca Juga: