MALANGKOTA (SurabayaPost.id) – Membangun kesadaran tertib berlalu lintas sejak bangku sekolah menjadi perhatian Satlantas Polresta Malang Kota.
Melalui program Polisi Peduli Pendidikan dan Polisi Peduli Sekolah, Kasatlantas Polresta Malang Kota Kompol Rio bersama personel Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) menyambangi SMP Negeri 22 Kota Malang untuk memberikan edukasi keselamatan berlalu lintas sekaligus menyosialisasikan Operasi Patuh Semeru 2026, Senin (2/10/2026).
Didampingi Kanit Kamsel Iptu Juana serta anggota Unit Kamsel, Kompol Rio menjelaskan, kehadiran Satlantas di lingkungan sekolah merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap dunia pendidikan sekaligus langkah preventif untuk menanamkan budaya disiplin dan keselamatan berlalu lintas kepada generasi muda.
Menurutnya, pemahaman tentang Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas) perlu diberikan agar pelajar tidak hanya mengetahui aturan, tetapi juga memahami pentingnya keselamatan serta konsekuensi dari setiap pelanggaran.
“Melalui Polisi Peduli Pendidikan dan Polisi Peduli Sekolah, kami membangun kesadaran pelajar agar lebih disiplin, memahami aturan, dan menjadikan keselamatan berlalu lintas sebagai kebutuhan, bukan sekadar kewajiban,” jelas Kompol Rio.
Dalam kesempatan tersebut, Kompol Rio juga menyosialisasikan Operasi Patuh Semeru 2026 yang digelar selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026.
Suasana edukasi berlangsung interaktif. Kompol Rio mengajukan sejumlah pertanyaan kepada para siswa. Bagi pelajar yang berani maju ke depan dan berhasil menjawab, diberikan hadiah berupa helm keselamatan sebagai pesan edukatif untuk mengurangi risiko cedera saat kecelakaan.
Edukasi dilanjutkan oleh Bripka Ratih dengan memberikan contoh langsung cara menggunakan helm yang benar dan aman, mulai dari memilih helm berstandar SNI, memposisikan helm dengan tepat, hingga mengunci tali pengikat agar memberikan perlindungan optimal.
Sementara itu, Kanit Kamsel Iptu Juana memaparkan berbagai aspek Kamseltibcarlantas, mulai dari pentingnya menaati rambu dan marka jalan, menggunakan perlengkapan keselamatan, hingga menghindari pelanggaran yang berpotensi memicu kecelakaan.
Iptu Juana juga mengingatkan para siswa mengenai bahaya alkohol dan narkotika jika dikonsumsi sebelum atau saat berkendara. Zat tersebut dapat mengganggu konsentrasi, memperlambat respons, serta menurunkan kemampuan pengemudi dalam mengendalikan kendaraan.
“Pelanggaran lalu lintas bukan persoalan sepele. Apalagi berkendara di bawah pengaruh alkohol maupun narkotika. Kondisi tersebut dapat membahayakan keselamatan karena kemampuan berkonsentrasi dan merespons situasi jalan menjadi terganggu,” tegas Iptu Juana.
Ia menambahkan, akibat kecelakaan lalu lintas tidak hanya dirasakan oleh pelanggar, tetapi juga dapat merugikan orang lain yang tidak bersalah. Keluarga pun harus menanggung dampak fisik, psikologis, hingga beban ekonomi.
“Kami berharap para siswa berani mengingatkan teman sebaya agar tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan keselamatan di jalan raya, seperti ugal-ugalan, boncengan lebih dari satu, hingga balap liar,” harapnya.
Program Polisi Peduli Pendidikan dan Polisi Peduli Sekolah terus dilaksanakan Polresta Malang Kota sebagai upaya membangun kemitraan dengan dunia pendidikan melalui pendekatan edukatif dan pencegahan.
Selain menyambangi sekolah, edukasi Kamseltibcarlantas juga rutin dilaksanakan setiap Senin maupun saat kunjungan outing class. Peserta didik mulai jenjang PAUD hingga sekolah dasar yang berkunjung ke Polresta Malang Kota mendapatkan pengenalan mengenai aturan, keselamatan, dan budaya tertib berlalu lintas.
Melalui kegiatan tersebut, Satlantas Polresta Malang Kota berharap para pelajar semakin memahami pentingnya keselamatan, mampu menerapkan disiplin berlalu lintas dalam kehidupan sehari-hari, serta menjadi pelopor keselamatan di lingkungan keluarga maupun pergaulan.
Sebab, keselamatan berlalu lintas dimulai dari kesadaran diri. Satu pelanggaran dapat membawa risiko bagi banyak orang dan masa depan keluarga. (lil).
