Ada Eduaksi, Destinasi Wisata Dadaprejo Diyakini Bakal Jadi Ikon

Kadisparta Kota Batu saat kelokasi kebun anggrek di Kelurahan Dadaprejo

BATU (SurabayaPost.id) – Potensi wisata eduaksi Kelurahan Dadaprejo, diyakini bakal jadi ikon wisata Kota Batu. Alasannya, karena beberapa destinasi wisata tersebut, tidak hanya sebatas memberi edukasi terhadap wisatawan, tapi juga ada aksi.

Hal tersebut disampaikan Ketua Pengelola Wisata Eduaksi Dadaprejo, Andik Wibowo, Minggu (13/3/2021). 

Menurut Andik, seperti halnya wisata kebun anggrek yang sudah berjalan. Itu memiliki 107 plasma yang tersebar di Dadaprejo.

Dia mengaku sedang fokus mengangkat dua potensi yang ada, yakni perajin gerabah dan batik tulis dadap Kota Batu. Itu semua menurut dia bakal jadi pelengkap destinasi wisata eduaksi juga.

Perajin gerabah saat beraksi

” Keberadaan wisata kebun anggrek eduakasi yang dinamakan DD Orchid di Dadaprejo,nanti akan dilengkapi dengan potensi wisata batik tulis dan perajin gerabah,” katanya.

Itu, kata dia, karena diyakini sangat potensi sehingga diangkat untuk  dijadikan wisata. Wisata – wisata eduaksi itu, nantinya bisa menyajikan hal yang beda, lantaran selain mengedukasi sekaligus dengan aksi.

“Para wisatawan kalau ke Dadaprejo tak hanya melihat lalu pulang.Jadi wisatawan datang sekaligus praktek, dan ada yang dibawa pulang.Jadi kalau berkunjung ke kebun anggrek disitu ada edukasi cara menanam dan merawat anggrek ,” paparnya.

Lantas, papar dia, setelah pulang mereka akan mendapatkan buah tangan berupa aggrek. Itu, kata dia, hasil wisatawan yang telah menanam. Begitu pula dengan yang di gerabah, menurutnya juga sama.

Andik Wibowo pengelola wisata eduaksi dadaprejo

” Wisatawan datang dan kita beri materi lalu praktek langsung membuat gerabah. Hasil dengan membuat gerabah nantinya bisa dibawa pulang. Sama halnya dengan batik juga,mekanismenya juga sama,” ujarnya.

Sekilas dari kebun anggrek, lanjut dia, menurutnya sudah berjalan dan memiliki sejumlah 107 plasma. Itu  tersebar di Dadaprejo, dan terbagi beberapa cluster.

“Cluster pertama kecil, dan anggrek dewasa serta remaja. Ada 107 cluster plasma. Kami berharap bisa menaikkan ekonomi warga sekitar dan juga ada  pemberdayaan ekonomi,” harapnya.

Perajin batik Dadaprejo saat beraksi

Untuk itu, harap dia, kedepannya Kota Wisata Batu bisa semakin maju tidak hanya wisata buatan. Karena, seluruh Kelurahan di Kota Batu punya potensi seperti itu.

Oleh karena itu, ia mengaku saat ini, untuk pengelola wisata kelurahan, diharap bisa mendongkrak  wisata – wisata di Kelurahan itu. Dia berharap sebagian akses akomodasi atau transportasi di destinasi satu ke destinasi yang lainnya.

Batik hasil karya warga Dadaprejo

“Karena aksesnya kecil, jadi kita butuh armada semacam kereta kelinci yang bisa mengangkut berapa orang saja.Dan itu sudah kami komunikasikan dengan dinas pariwisata Kota Batu,” terangnya.

Alhasil, terkait koordinasinya dengan disparta, Andik mengaku sudah disambut baik.Dengan begitu,ia hanya tinggal menunggu sportnya yang riil, karena sudah dikomunikasikan dan direspon baik.

Dari sisi lain, Andik menjelaskan untuk kunjungan wisatawan ke tempat wisata eduaksi. Menurutnya selama pandemi tetap ada batasan.

” Kita batasi, sekali berkunjung durasinya satu sampai satu setengah jam. Kalau ke batik dan tempat pengrajin gerabah kita batasi pula hanya 10 sampai 15 orang. Sedangkan kalau berkunjung ke kebun anggrek karena lahannya luas,   bisa 20 – 30 orang dengan syarat tetap menjalani protokol kesehatan (Prokes),” pungkasnya. (** Gus **)  

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.