Aksi Guru Besar FK UB Kritik Kebijakan Kemenkes RI

Pose bersama usai aksi pernyataan sikap
Pose bersama usai aksi pernyataan sikap

Menurut Prof Saifur, FK UB telah menghasilkan lulusan bidang kedokteran yang mumpuni dan bersama stakeholder untuk mengabdi kepada bangsa Indonesia.

“Dalam hal pengabdian kami, berusaha memberikan penguatan sebaran dokter dari ujung timur sampai ujung barat. Dan kami adalah pelopor untuk program pendidikan utusan khusus daerah terpencil,” kata Prof Saifur.

Menurutnya, ada beberapa kebijakan pemerintah yang dalam pelaksanaannya justru menimbulkan kegaduhan, khususnya di bidang pendidikan kedokteran.

“Salah satunya, kami sebagai pelaksana pendidikan di universitas, bekerjasama dengan rumah sakit pendidikan utama bagi pendidikan dokter spesialis. Untuk kurikulumnya dibahas di kolegium independen yang diampu oleh para pakar,” terangnya.

“Namun ada beberapa wacana, yang tujuan bagus sebenarnya. Tapi pelaksanaannya perlu kita evaluasi bersama. Ada sekarang kolegium bentukan dan diangkat oleh Kemenkes,” bebernya.

Pihaknya juga khawatir, kolegium kesehatan sebagai badan yang dibentuk dan memiliki tugas mengampu dan meningkatkan mutu pendidikan kedokteran tidak lagi independen karena diangkat oleh Kementerian Kesehatan.

“Dan yang ini menjadi pertanyaan bagi kita, apabila kolegium dibentuk dan diangkat oleh Kemenkes sendiri. Karena kolegium yang menentukan pembentukan prodi dan kurikulum pendidikan kedokteran,” tandasnya. (lil).

Baca Juga:

  • DARI LIMBAH JADI PERISAI UV: UB Sulap Rambut Jagung Jadi Sunscreen SPF 30+, Bukti Riset Kampus Bisa Sentuh Kulit Anak
  • UB Terima 3.900 Siswa dari Jalur SNBP, Kedokteran dan Hukum Jadi Prodi Paling Diburu
  • UB Masuk Peringkat 600 Besar Dunia Lulusan Siap Kerja Versi QS WUR
  • FIA UB Perluas Program Double Degree untuk Tingkatkan Daya Saing Global