Astagfirullah, Gedung KPAD Dibiarkan Mangkrak?

6 January 2019 - 20:57 WIB
Kantor KPAD Kota Wisata Batu yang dibiarkan mangkrak takita terawat.
Kantor KPAD Kota Wisata Batu yang dibiarkan mangkrak takita terawat.

BATU (SurabayaPost.id) – Astagfirullah … Kondisi Kantor Komisi Penanggulangan Aids Daerah (KPAD), Kota Batu sangat memprihatinkan. Sebab, gedung  City Aids Commission di Jalan Sultan Agung No 8, Kota Wisata Batu itu tak difungsikan, alias mangkrak.

Akibatnya, gedung tersebut  terlihat tidak terawat. Banyak  tumbuhan liar yang menjalar ke gedung Kantor KPAD itu. Bahkan tulisan yang tercantum di papan  nama dari kantor tersebut terlihat luntur dan blobor.

Ironisnya, gedung yang cukup mewah itu berada di tepi jalan besar. Yakni di Jalan Sultan Agung. Sehingga pemandangan tak sedap itu mudah terlihat siapa saja yang melintas di kawasan tersebut.

Makanya, Handis Suseno yang mengaku warga Kota Batu mengaku prihatin dengan kondisi gedung KPAD itu. “Sudah tak difungsikan, tak terawat pula,” kata dia, Minggu (6/1/2019).

Untuk itu, pria yang mengaku biasa disapa  Handis ini mengaku heran. Sebab, keberadaan kantor KPAD itu  ada di depan Kantor Kecamatan Batu. “Lebih tragis lagi, tidak ada anggota DPRD Kota Batu yang mempersoalkan,” kata dia.

Meski begitu, dia mengaku tidak paham siapa pemilik gedung itu. Apakah milik Pemkot Batu atau pihak swasta.

Siapapun  pemiliknya, dia meyakini bila keberadaan gedung yang tak terawat itu sekarang menjadi pemandangan yang kurang bagus. Menurut dia, kalau dilihat para wisatawan yang berkunjung ke Kota Batu, sangat memalukan. Sebab  bangunan tersebut terletak di pinggir jalan besar.

Di sisi lain, Hadis mengaku tidak paham  mengapa gedung itu sampai mangkrak.  “Apakah dengan tidak terawatnya KPAD tersebut mengisyaratkan bahwa Kota Batu terbebas dari Aids, atau memang Pemkot Batu lewat dinas terkait di kala membangun tanpa ada perencanaan dan tidak ada pegawainya yang standby di situ,” tanya Handis heran.

Oleh karena itu, dia sebagai warga Kota Batu menyarankan kepada dinas terkait agar setiap berencana membangun sesuatu direncanakan secara matang. Sehingga tak  hanya sebatas membangun sesuatu yang pada akhirnya tidak difungsikan.

“Hematlah uang negara. Dikala ingin membangun sesuatu, rencanakan yang benar kegunaannya agar tidak terkesan hanya menghambur hamburkan uang rakyat tidak berarti,” sindir Handis. (gus)