Berkat Among Tani, Walikota Dewanti Raih Dua Penghargaan Top IT 2018

6 December 2018 - 18:43 WIB
Walikota Batu Hj Dewanti Rumpoko kala menerima dua penghargaan penghargaan Top Leader IT Leadership 2018 dan Award Among Tani IT on Agro Aplication di Golden Ballroom The Sultan Jakarta
Walikota Batu Hj Dewanti Rumpoko kala menerima dua penghargaan, yaitu Top Leader IT Leadership 2018 dan Award Among Tani IT on Agro Aplication di Golden Ballroom The Sultan Jakarta

JAKARTA (SurabayaPost.id) – Walikota Batu, Jatim, Hj Dewanti Rumpoko meraih dua penghargaan. Yakni penghargaan Top Leader IT Leadership 2018 dan Award Among Tani IT on Agro Aplication. Kedua penghargaan tersebut diterima langsung Walikota Dewanti di Golden Ballroom The Sultan Jakarta, Kamis (6/12/2018).

“Alhamdulillah penghargaan ini sangat berarti bagi kami. Paling tidak menambah semangat kami dalam memberikan layanan terbaik bagi masyarakat Kota Batu,” kata Walikota wanita pertama di Malang Raya ini saat didampingi Plt Kepala Diskominfo Kota Batu, Siswanto.

Dijelaskan dia bila Pemkot Batu dinilai berhak mendapatkan penghargaan Top IT on Agro Application. Itu berkat program Batu Smart City yang dikelola Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo).

Dalam program Batu Smart City itu, kata dia, ada tiga aplikasi Information Technology (IT). Di antaranya Among Tani, Among Warga dan Among Kota.

“Semua aplikasi itu membuat segala urusan di Kota Batu lebih mudah dan efisien. Sekali klik urusan bisa diselesaikan,” kata Walikota Dewanti Rumpoko.

Menurut Walikota Dewanti, tiga aplikasi Smart City yang diluncurkan Diskominfo itu bisa diunduh di Google Play Store. Setiap aplikasi kata dia memberikan layanan secara khusus dan dilengkapi dengan fasilitas GPS (Geographic positioning system) dan nomor telepon darurat.

Walikota Dewanti Rumpoko didampingi  Kabag Humas Suliyanah, Kadis Pertanian, Sugeng Pramono dan Plt Kadis Kominfo, Siswanto kala mengikuti prosesi jelang penerimaan penghargaan Top IT 2018.
Walikota Dewanti Rumpoko didampingi
Kabag Humas Suliyanah, Kadis Pertanian, Sugeng Pramono dan Plt Kadis Kominfo, Siswanto kala mengikuti prosesi jelang penerimaan penghargaan Top IT 2018.

“Makanya, kritik, keluhan dan saran dari warga bisa disalurkan lewat tiga aplikasi itu. Kami akan merespon langsung untuk menyelesaikan persoalan yang ada,” kata dia.

Dia contohkan seperti aplikasi Among Warga. Aplikasi tersebut terkait dengan semua pelayanan publik. Misalnya, pantauan lalu lintas terkini, kemacetan, kecelakaan, pohon tumbang, cuaca dan lain sebagainya.

Masyarakat bisa menyampaikan lewat aplikasi Among Warga tersebut. “Nanti dinas terkait akan langsung turun memberikan penanganan permasalahannya,“ kata dia.

Sedangkan aplikasi Among Kota itu terkait dengan informasi dan pelayanan di Kota Batu. Disebutkan seperti informasi berita, tempat wisata, transportasi publik, administrasi kependudukan dan nomor kontak darurat.

“Sementara aplikasi Among Tani yang dapat penghargaan kali ini khusus untuk pertanian. Itu bisa menjadi arena bisnis lewat digital,” kata dia.

Alasannya, aplikasi Among Tani itu merupakan alat komunikasi antara petani dan semua pihak terkait. Petani bisa menginformasikan soal dunia agro.

Hal itu, kata dia, mulai dari proses penanaman, pemeliharaan hingga panen dan pascapanen. Bahkan, petani bisa menyampaikan keluhan jika tanamannya terserang penyakit atau hama.

Bila hal itu terjadi, kata Dewanti, aparat dari Dinas Pertanian akan langsung turun lapangan. Mereka akan memberikan bantuan penanganan masalah penyakit atau hama yang menyerang tanaman milik petani.

Selain itu, lewat Among Tani tersebut para petani bisa menginformasikan stok komoditas yang dimiliki. Mulai dari sayuran, buah, padi hingga jagung, cabe, jamur tiram, bawang, apel, jeruk, jambu, seledri dan sebagainya.

Berdasarkan informasi tersebut konsumen bisa langsung berhubungan dengan petani. “Jadi petani bisa menjual langsung pada konsumen tanpa perantara. Sebab nomor kontak tiap petani dimasukkan dalam aplikasi tersebut,” kata dia.

Karena itulah, Pemkot Batu mendapatkan penghargaan Top IT 2018 untuk kategori aplikasi. Sebab, Kota Batu dinilai merupakan satu-satunya yang memanfaatkan aplikasi IT di bidang pertanian. (Gus)