MALANGKOTA (SurabayaPost.id) – Panitia kurban Masjid Babul Hidayah di Jalan IR Rais Gang 14 RT 11 RW 4, Tanjungrejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang, memilih cara berbeda pada Idul Adha 2026. Di tengah mahalnya harga kantong plastik, mereka kembali menggunakan daun jati untuk membungkus daging kurban.
Langkah ini tidak hanya menekan biaya, tapi juga mengurangi limbah plastik dan dinilai lebih ramah lingkungan.
Wakil Ketua Panitia Kurban Masjid Babul Hidayah, Muhammad Firdaus Zulkarnain, mengatakan tahun ini pihaknya menyembelih dua ekor sapi dan delapan ekor kambing. Seluruh dagingnya dibungkus daun jati sebelum dibagikan.

“Setelah dipotong, daging hewan kurban ini kami bungkus dengan daun jati. Selain ekonomis karena harga kantong plastik mahal, juga lebih ramah lingkungan dan mengurangi limbah plastik,” ujar Firdaus, Rabu 27 Mei 2026.
Mendapatkan daun jati ternyata tidak sulit. Salah satu warga sudah lama menanam pohon jati di pekarangannya, sehingga kebutuhan daun untuk pembungkusan tercukupi.

Selain sisi lingkungan, tradisi ini juga punya nilai tambah pada kualitas daging. Menurut Firdaus, penggunaan daun jati membuat daging lebih empuk saat dimasak, mengurangi bau amis, dan menambah cita rasa. Cara ini sudah menjadi kebiasaan tahunan di masjid tersebut.
Daging kurban yang sudah dibungkus kemudian didistribusikan kepada 300 warga sekitar dan warga yang membutuhkan. Penerima meliputi warga RT 1, RT 10, RT 11, dan RT 14. Sisanya dibagikan ke warga di luar lingkungan masjid.
Untuk memastikan keamanan konsumsi, tim kesehatan dari Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Brawijaya juga melakukan pemeriksaan terhadap hewan kurban.

“Ada dua jenis pemeriksaan yang kami lakukan. Meliputi ante mortem, yaitu kondisi fisik hewan sebelum dipotong, dan post mortem atau pemeriksaan organ dalam setelah hewan dipotong,” jelas drh. Dimas Haryo Kuncoro.
Hasil pemeriksaan menemukan adanya cacing pada hati beberapa kambing. Namun bagian yang terjangkit langsung dipotong dan dibuang.
“Tidak ada kerusakan parah di bagian hati dan bagian yang terjangkit cacing serta tidak layak tersebut, kami potong dan dibuang. Sehingga secara keseluruhan, dinyatakan masih aman dan layak dikonsumsi,” tegasnya.
Dengan cara ini, Masjid Babul Hidayah tidak hanya berbagi daging kurban, tetapi juga memberikan contoh praktik ramah lingkungan yang bisa diikuti masyarakat lain. (lil).
