Bukber, Pelaku Seni Sanduk Gelar Safari Ramadhan

24 May 2019 - 22:03 WIB
Pelaku seni Sanduk saat buka bersama warga.

BATU (SurabayaPost.id) – Keluarga besar seni Sanduk Sekar Kemuning, Sanduk modern Among Tani , Pemkot Batu, gelar Safari Ramadhan lewat buka bersama (Bukber) dengan  warga sekitar di Kelurahan Songgokerto Kota Batu, cukup meriah.

Safari Ramadhan yang digagas Ketua seni Sanduk Sekar Kemuning tersebut, menurut ketua Sanduk Sekar Kuning, Siti Maryam , Jumat ( 24/5/2019) mengaku, selain melibatkan puluhan anggota Sanduk Sekar Kuning, menurut dia, juga melibatkan ratusan warga Kelurahan setempat.

“Agenda dari grup seni budaya Sanduk ini, saya kemas lewat Bukber yang melibatkan puluhan anggota Sanduk, serta sejumlah ratusan warga Kelurahan Songgokerto,” kata Siti Maryam.

Dari sebab itu,Siti Maryam, mengaku agenda semacam itu, dikatakan sudah berjalan tahun ke – lima. Lantaran menurut dia, di tahun-tahun sebelumnya juga melakukan kegiatan yang serupa.

“Kami melibatkan ratusan warga setempat, selain bertujuan agar menambah keeratan para anggota Sanduk, sekaligus bertujuan agar terjalin silaturahmi dengan warga setempat, bertambah erat,” tandasnya.

Selain itu, tandas dia, giat Bukber tersebut  menurutnya, selain ingin berbagi rasa, yang mana , kata dia, kelompok seni Sanduk Kemuning, Sanduk modern Among Tani, yang ada di Kota Batu,dengan jumlah puluhan kelompok seni yang dimaksud, diharap bisa menunjukkan kebersamaannya terhadap warga setempat.

” Mudah – mudahan ini akan menambah kekompakan dan mempererat silaturahmi, Sanduk Kemuning bersama warga.

Bahkan dari kelompok Sanduk – Sanduk yang lain, yang tersebar di Kota Batu, sekitar berjumlah 60 han itu,semuanya akan tetap guyup rukun dan tidak tercerai berai,” harapnya.

Maka dari itu, harap dia , dari sejumlah 60 kelompok Sanduk yang tersebar di Kota Batu, agar tetap mempertahankan seni budaya yang berasal dari Pulau Garam itu.

“Dengan keberadaan nya komunitas  Sanduk – Sanduk yang dikemas dengan Sanduk nodern Among Tani tersebut.Sedianya tetap kompak dalam satu tujuan, dengan tetap merawat seni budaya khas Madura itu,” pungkasnya. (gus)