Kepala BI Perwakilan Malang: Persepsi Konsumen Terhadap Kondisi Ekonomi Menguat

24 May 2019 - 21:26 WIB
Kepala BI Perwakilan Malang Azka Subhan Aminurridho
Kepala BI Perwakilan Malang Azka Subhan Aminurridho

MALANG  (SurabayaPost.id) –  Persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi pada bulan Mei ini menguat. Hal itu menurut Kepala Bank Indonesia  (BI) Perwakilan Malang, Azka Subhan Aminurridho sesuai hasil survei yang dilakukan BI.

“Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Survei Konsumen BI Malang mengindikasikan optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi pada Mei 2019 terjaga pada level optimis (>100). Bahkan meningkat dibandingkan periode sebelumnya,” jelas Azka Subhan Aminurridho, di Oura Restoran Kota Malang, Rabu (23/5/3019).

Dijelaskan pria yang akrab disapa Azka ini bila kondisi tersebut  tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Mei. Menurut dia IKK itu tercatat sebesar 129.00 atau meningkat dibandingkan bulan sebelumnya (125.00).

Peningkatan optimisme itu, kata mantan pejabat BI di Bandung ini,  disebabkan oleh kenaikan kedua indeks pembentuknya. Disebutkan seperti  Indeks Kondisi Ekonomi Saat ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK).

Makanya, tegas pria asal Semarang ini,  persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini menguat dibanding bulan sebelumnya.  Hal ini tercermin dari IKE saat ini sebesar 123,67 atau meningkat 5,67 dari bulan April 2019 (118,00).

Peningkatan IKE tersebut, menurut Azka didorong oleh dua dari tiga indeks penyusunannya. Yaitu Indeks Penghasilan saat ini dan Indeks Pembelian Barang Tahan Lama (Durable Goods),” jelasnya sembari menambahkan bila angka indeks masing – masing sebesar 146,50 dan 124,50.

Sementara itu, lanjut dia, indeks pembentuk lainnya yaitu indeks ketersediaan lapangan kerja relatif menurun. Meski menurun, tegas dia,  masih dalam level optimis ( indeks >100).

Menurut Azka peningkatan keyakinan konsumen di bulan Mei itu ada indikasi  sejalan dengan momentum bulan Ramadhan dan penerimaan Tunjangan Hari Raya (THR). Itu untuk sebagian kelompok masyarakat berpenghasilan tetap.

Sedangkan persepsi optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi kedepan, diyakini dia bakal kembali menguat. Alasannya, IEK meningkat dari 132,00 menjadi 134,33.

“Kenaikan IEK itu  didorong oleh peningkatan indeks ekspektasi penghasilan 6 bulan yang meningkat cukup signifikan. Awalnya  135,50 menjadi 152,50,” tutur dia.

Sementara itu, lanjut dia,  kedua penyusun IEK lainnya yaitu indeks ekspektasi ketersediaan tenaga kerja serta indeks ekspektasi kegiatan usaha menunjukkan penurunan. Meski demikian, tutur dia, keduanya masih berada dalam level optimis (indeks >100), dengan angka masing masing sebesar 114,00 dan 135,50.

“Survei konsumen ini  juga bertujuan untuk mengetahui persepsi ekspektasi konsumen terhadap harga barang pada periode yang akan datang (3 bulan, 6 bulan dan 12 bulan yang akan datang). Hasil Survei konsumen periode Mei 2019 menunjukkan bahwa responden memperkirakan tekanan kenaikan harga pada 3 bulan yang akan datang (Agustus 2019) dalam tren menurun dibandingkan beberapa bulan sebelumnya,” papar dia.

Hal itu, terang mantan pejabat BI Bali ini, diperkirakan sejalan dengan kembali normalnya permintaan barang dan jasa pasca berlalunya periode Hari Raya Idul Fitri dan liburan sekolah. Menurut dia, tercatat Indeks Ekspektasi Harga (IEH) 3 bulan yang akan datang (Agustus) sebesar 170,5 atau lebih rendah dibandingkan ekspektasi harga di bulan Mei – Juni 2019 (173,5 dan 177,0) yang bertepatan dengan periode Hari Raya Idul Fitri. (aji)