Dihadiri Banyak Tokoh, Milad Paguyuban Pasundan Meriah

17 March 2019 - 18:02 WIB
Walikota Hj Dewanti Rumpoko kala menghadiri Milad Paguyuban Pasundan.
Walikota Hj Dewanti Rumpoko kala menghadiri Milad Paguyuban Pasundan.

BATU (SurabayaPost.id) – Gebyar Milad ke-3 Paguyuban Pasundan Wilayah Jawa Timur 2019 yang dihelat di halaman parkir timur Balaikota Among Tani, Kota Batu, Sabtu (16/3/2019) sangat meriah. Banyak tokoh hadir di acara tersebut.

Bahkan, Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko juga hadir. Selain itu, Gubernur Jawa Barat yang diwakili oleh Kepala Biro Pemerintahan dan Kerjasama Provinsi Jawa Barat Dr Dani Ramdan MT. Lalu, perwakilan Forkompinda yang ada di Malang Raya.

Yakni komandan satuan di wilayah Jawa Timur yang tergabung dalam Paguyuban Pasundan Jawa Timur, Ketua Paguyuban Pasundan Pusat Prof Dr Didi Turmudji dan Ketua Paguyuban Pasundan Pusat yang diwakili oleh Ketua Bidang Teknologi Informasi Paguyuban Pasundan Pusat Bandung Dr.Yus Rustandi,MSi.

Lantas, Ketua Paguyuban Pasundan Jawa Timur Sarpin,SE, serta seluruh anggota paguyuban pasundan Jawa Timur, tumpah ruah di halaman Kantor Among Tani, Pemkot Batu.

Untuk itu, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko dalam sambutannya asal usulnya keberadaannya Kota Batu.Menurut dia, Kota Batu yang dulunya adalah bagian dari Kecamatan yang masuk Wilayah Kabupaten Malang.

“Sekarang Kota Batu,sudah berdiri sendiri dan memasuki usia 18 tahun.Batu yang merupakan Kota kecil dengan jumlah penduduk sekitar 200 ribu jiwa ,dengan 3 kecamatan,19 Desa dan 5 kelurahan,” tutur Dewanti.

Dengan begitu, politisi dari partai PDIP ini,mengaku sangat bangga dan mengapresiasi kegiatan Milad ke- 3 Paguyuban Pasundan yang dimaksud.

“Karena gedung Balaikota Among Tani ini dibuat terbuka, guna untuk memfasilitasi masyarakat Kota Batu atau warga pendatang jika punya kegiatan.Bisa dipakai kegiatan yang penting positif seperti ini,” puji Dewanti Rumpoko.

Yang perlu diketahui, satu-satunya Wali Kota dari Kaum Hawa pertama yang ada di Malang Raya ini, sangat berharap Kota Batu bisa menjadi terkenal seperti Kota Bandung.

“Terutama kulinernya dengan beraneka ragam, jika dibandingkan dengan Kota Batu masih sedikit aneka kulinernya. Kegiatan ini sangat luar biasa antara kebudayaan Sunda dan Jawa. Dengan perbedaan itu, ketika dikolaborasikan yang dikemas dengan baik,ternyata sangat fantastis dan membuat semua terkagum,” seru Dewanti Rumpoko.

Lebih lanjut Dewanti Rumpoko, memamerkan bahwa tahun lalu Kota Batu meraih penghargaan dengan angka pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia.

“Yaitu ,6,64%, dengan angka gini rasio yang rentangnya sangat pendek 0,28% ,itu karena UMKM, tentang kemasyarakatan terus bergerak dan kami memfasilitasinya,” pungkasnya. (gus)