Dipimpin Gubernur, Presiden Dorong Infrastruktur Malang Raya

24 April 2019 - 09:56 WIB
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa )kiri) bersama Wali Kota Malang Sutiaji, Wali Kota Batu Hj Dewanti Rumpoko dan para nupati/walikota se Jatim menuju Istana Presiden RI, Joko Widodo.

MALANG  (SurabayaPost.id) – Usai Rakor, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memimpin langsung rombongan Bupati/Wali Kota se Jatim menuju Istana Bogor, Selasa (23/4/3019). Tujuannya tidak lain diajak koordinasi oleh Presiden RI, Joko Widodo terkait penguatan infrastruktur di daerah.

Hal itu diakui Wali Kota Malang, Sutiaji, Rabu (25/4/2019). “Iya kemari  kita berangkat bersama sama dari Grahadi dengan Ibu Gubernur, dalam satu rombongan dari bandara hingga di istana,” papar dia.

Menurut Sutiaji, Presiden Jokowi  dalam Rakor tersebut didampingi Sekretaris Kabinet,  Sekretaris Negara, Jajaran Menteri, Staf Ahli Presiden dan juru bicara presiden. Pada kesempatan itu, Presiden menegaskan agar Pemerintah fokus dalam memacu pembangunan infrastruktur.

“Presiden meyakini,  optimis dan mengajak Kepala Daerah untuk menggenjot pembangunan infrastruktur.  Karena infrastruktur yang memadai akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah maupun secara nasional,” ujar Sutiaji.

Ditambahkan wali kota yang akrab disapa  Ustad Aji ini bila presiden memberikan perhatian khusus atas sinergi Malang Raya. Di antara yang diseriusi  terkait peningkatan status bandara internasional.

“Itu yang sempat saya sampaikan kembali. Dan Pak Jokowi juga merespon atas perpanjangan tol Malang Pandaan (Mapan) yang akan tersambung hingga ke Kepanjen (kabupaten Malang) dan juga pengembangan tol hingga mengarah ke kota Batu,” tutur wali kota penghobi bulutangkis tersebut.

Dinyatakan suami Hj  Widayati Sutiaji, bahwa kalau Kota Malang berfikir ego maka akan keberatan. Alasannya  karena hanya terlewati saja.

“Tapi kita harus berfikir lebih makro,  lebih luas dan kembali energi Malang Raya yang kita kedepankan. Tentu ada pekerjaan pekerjaan besar yang harus Kota Malang lakukan agar ada nilai lebih,” jelas dia.  

Di antaranya dia sebutkan  seperti potensi perguruan tinggi,  keberadaan start up yang besar dan banyak UMKM di Kota Malang. Selain itu keunikan potensi lain yang juga banyak tumbuh di kampung kampung yang ada di Kota Malang.

Makanya kata dia, hasil rakor tersebut  akan menjadi salah satu items untuk menguatkan sinergi Malang Raya.  “Pertemuan di Kota Malang tempo lalu hanyalah jilid awal, dan pasti akan ada jilid jilid berikutnya agar kota Batu,  kabupaten Malang dan kota Malang bisa tumbuh bersama secara kuat, seperti yang diinginkan Presiden Jokowi maupun Gubernur Khofifah,” tegas Wali Kota Malang. (lil)