Diyakini Molor,  Dewan Sidak Pembangunan Pasar Sayur

8 January 2020 - 19:38 WIB

BATU (SurabayaPost.id) –  Anggota DPRD Komisi C dan B, melakukan Inspeksi Mendadak Sidak) di proyek Pasar Sayur, Jl Dewi Sartika, Kota Batu, Rabu (8/1/2020). Itu dilakukan untuk memastikan pembangunan proyek yang diperpanjang hingga  28 Januari 2020 tersebut tidak molor lagi. 

Dalam sidaknya itu, para legislator tersebut, mengaku tidak yakin bakal selesai sesuai waktu yang dijanjikan. Alasannya proyek pasar sayur tahap kedua yang menelan anggaran Rp 5 miliar itu, diketahui ada beberapa  pekerjaan yang tidak baik.

“Salah satunya di elevasi lantai dan saluran air, serta kondisi jalan yang dinilai kurang keras. Semua itu diyakini tak akan bisa bertahan sampai lama,” kata Wakil Ketua Komisi C DPRD Batu, Didik Machmud, Rabu, (8/1/2020).

Pembangunan Pasar Sayur Tahap Kedua yang masih belum rampung

“Itu perlu ada penyempurnaan kerjaannya. Dan pengembang agar menambah tenaga kerja untuk bisa mengejar waktu penyelesaian. Setelah ini kami akan melakukan inspeksi lagi pada 20 Januari 2020,” kata Didik.

Selain itu, Didik mengaku pesimis, bakal rampung tepat waktu seperti yang dijadwalkan pada 28 Januari 2020 mendatang. Untuk itu, politisi partai Golkar ini berjanji bakal sidak kembali.

“Komisi C dan B akan ke sini lagi pada 20 Januari. Kedatangan kami untuk memastikan dan melihat progres kerjanya apa bisa dipastikan rampung 100 persen,” tandasnya.

Oleh karena itu, mantan ketua komisi C ini, meminta agar elevasi lantai diperbaiki. Dan adanya genangan air di lantai pasar, kata dia,  harus diperbaiki, karena itu terjadi lantaran elevasi lantai yang tidak rata.

“Jangan sampai ada air yang menggenang. Tadi itu ada yang menggenang. Termasuk Jalan di dalam pasar yang belum keras itu.Itu sangat riskan jika kondisi kering nanti, karena bisa amblas,” pesan Didik sembari mengecek langsung dengan menyogokkan besi pada bagian bawah jalan.

Sementara itu, Pelaksana pembangunan sayur tahap kedua, Febri Artanto, mengklaim  kalau proyek Pasar Sayur tahap kedua sudah selesai 90 persen. Dan dia mengaku, saat ini ada 34 pekerja yang sedang menyelesaikan proyek tersebut.

Kendati demikian, Febri mengaku pula terkait usulan dari dewan, agar  pengembang menambah pekerja lagi. “Ya akan menambah sekitar 8 hingga 10 pekerja lagi. Dengan penambahan pekerja itu, PT Bintang Wahana Tata, kami optimis bisa menyelesaikan pasar sesuai tenggat waktu,” kata Febri.

Itu, kata dia,karena bahan-bahan untuk menyelesaikan proyek sudah ada,dan menurut dia tinggal pemasangan saja. Oleh karena itu, Febri meyakini nantinya penambahan pekerja tersebut, akan mempercepat pemasangan alat.

“Akan kami perbaiki secepatnya catatan yang disampaikan dewan. Kami kerjakan sesuai catatan yang sudah disampaikan. Kami maksimalkan penyelesaiannya sebelum tanggal 28 Januari 2020,” janjinya.

Bahkan lanjut dia, dengan kondisi jalan yang belum keras.Febri berdalih, itu semua jalan yang dibangun merupakan bekas pondasi yang  sudah dipadatkan.Meski begitu Febri akan menggali kembali karena memasang saluran air yang mengarah ke belakang.

Untuk diketahui terkait proyek pasar sayur tahap 2 yang dikerjakan pihak pengembang telah menerima pembayaran termin ketiga dari Pemkot Batu.

“Pembayaran dari Pemkot Batu sebanyak Rp 173 pada akhir Desember lalu. Menambahkan, persentase keseluruhan pembayaran proyek itu telah mencapai 80 persen,” katanya.

Celakanya, terkait nilai pembayaran termin itu,  ada perbedaan antara Pemkot Batu dengan pengembang. Jika pengembang mengatakan mendapatkan dana kucuran Rp 173 juta,namun Pemkot Batu melalui Kapala Bidang (Kabid) Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kota Batu, Bangun Yulianto, mengaku telah menggelontorkan dana senilai Rp 1.2 miliar, bukan Rp 173 juta.

“Kami mengucurkan dana Rp 1,2 miliar pada termin ketiga akhir Desember 2019. Bukan Rp 173 juta. Nanti ada lagi setelah selesai 20 persen. Jadi yang kami luncurkan bukan ratusan juta,” katanya. (gus)